0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pisah Ranjang, Ayah Cabuli Anak Kandung

Ilustrasi pencabulan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sopian Hari (41), warga Berau, Kalimantan Timur, dibekuk Satreskrim Polres Berau. Dia diduga mencabuli putri kandungnya berusia 14 tahun. Sang anak sendiri masih duduk di bangku SMP. Akibat perbuatannya Sopian meringkuk di sel penjara Polres Berau.

Peristiwa biadab itu terbongkar setelah korban bercerita kepada ibu kandungnya, Senin (31/7) lalu. Ia mengaku kepada sang ibu telah dicabuli Sopian, sejak tahun 2015 lalu.

Bak petir di siang bolong, sang ibu tentu saja keberatan dan bergegas melaporkan suaminya ke Polres Berau, sehari kemudian atau Selasa (1/8) pagi.

“Pelaku berulang kali melakukannya kepada korban,” kata Kasat Reskrim Polres Berau AKP Damus Asa, Kamis (3/8).

Selama ini perbuatan bejat sang ayah, terbungkus rapi. Diduga, pelaku mengancam putrinya sendiri, untuk tidak bercerita kepada siapa pun. Namun demikian, sebaliknya dialami oleh korban. Dia akhirnya tidak sanggup lagi memendam trauma.

“Dia, awalnya sempat curhat dengan seorang guru pramukanya. Bercerita, kalau dia diperlakukan seperti itu (dicabuli) oleh ayah kandungnya sendiri,” ujar Damus.

“Guru pramukanya ini menyarankan agar segera saja disampaikan kepada ibunya di rumah. Maka dari itu, korban didampingi gurunya itu akhirnya bercerita dengan ibunya. Perlakuan ayahnya itu sudah sejak 2015,” kata Damus.

Berangkat dari laporan sang ibu ke Polres, kepolisian bergegas mencari pelaku, memancingnya agar datang ke Tanjung Redeb, ibu kota kabupaten Berau. Mengingat, pelaku berada di Tabalar, yang berjarak cukup jauh dari Tanjung Redeb.

Saat di Tanjung Redeb, polisi mengamankan pelaku, dan membawanya ke Polres, sekaligus melalukan interogasi terkait perbuatannya itu.

“Ya, seringkali dia lakukan itu, di rumah yang ditinggali istrinya dan korban. Pelaku dengan ibu korban ini, tidak bercerai. Cuma, berpisah tempat tinggal,” terang Damus.

Sopian kini meringkuk di sel penjara Polres Berau. Dia dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Karena korban masih di bawah umur,” tandas Damus.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge