0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tantangan Perguruan Tinggi Ciptakan Teknologi Produksi Garam

Retno Tanding ()

Solo – Kelangkaan garam yang terjadi belakangan ini menjadi tantangan Perguruan Tinggi untuk menciptakan teknologi produksi garam.

“Apalagi proses produksi di Indonesia selama ini umumnya masih tradisional. Sehingga merupakan salah satu kendala untuk menghasilkan garam dengan efisien dan berbiaya produksi rendah,” tandas Pakar Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Retno Tanding, Kamis (3/8).

Dia mencontohkan petani garam di Madura dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memang memiliki kemampuan produksi. Namun biaya produksinya jauh lebih tinggi dibanding produksi garam secara internasional.

“Kita harus segera memikirkan bagaimana membuat teknologi atau menciptakan teknologi yang memungkinkan bisa memproduksi garam yang lebih efisien. Termasuk pengadaan teknologi produksi garam karena kita punya universitas, badan teknologi untuk mengatasi masalah yang terus menerus untuk produksi garam,” ujarnya.

Tanding mengemukakan, saat ini produksi garam kita hanya 100 ribu ton. Padahal kebutuhannya mencapai 750 ribu ton.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge