0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fahd El Fouz Sebut Ada Pihak Lain yang Ikut Terlibat

Fahd El Fouz (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium Madrasah Tsanawiah digelar di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, Kamis (3/8). Terdakwa, Fahd El Fouz, menyinggung nama wakil ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah.

Fahd mengatakan, saat itu Said disebutkan turut serta bersama Zulkarnaen Djabar memerintahkan Fahd mengerjakan proyek tersebut.

“Tahu saya disuruh pak Zulkarnaen?” Tanya Fahd kepada Mantan kepala biro perencanaan kesekretariatan Kementerian Agama, Samsudin.

“Saya yang (tahu) langsung pak Zulkarnaen,” jawab Samsudin.

Fahd keberatan atas jawaban Samsudin yang mengisyaratkan tidak ada ‘komando’ selain Zulkarnaen. Putra kandung dari almarhum A Rafiq itu menjelaskan dalam sebuah percakapan telepon yang disadap oleh penyidik KPK, disebutkan Fahd tidak hanya mendapat perintah dari Zulkarnaen tetapi juga oleh Said Abdullah, politisi PDI Perjuangan sekaligus wakil ketua Banggar DPR saat ini.

“Bukankah ada rekaman telepon di KPK. Satu sadapan telepon dari saya isinya telepon dari Pak Zul (Zulkarnaen) lalu Pak Zul berikan handphone nya ke Pak Said. Isi percakapannya saya sudah telepon Pak Samsudin bahwa itu sudah kita beritahu, itu kerjaan Pak Zul dan Pak Said,” ucap Fahd menjelaskan.

Kakak dari artis Fairuz A Rafiq itu kembali membeberkan peristiwa yang menurutnya ada benang merah keterlibatan Said Abdullah dalam kasusnya saat ini.

Dalam percakapan antara dirinya dengan Said melalui ponsel Zulkarnaen terdapat sebuah kesepakatan mengenai program pengadaan penggandaan Alquran dan laboratorium Madrasah Tsanawiyah tersebut.

“Bapak bilang itu proyek Komisi VIII berarti diputuskan kolektif dalam rapat. Saya sependapat kalau yang tahun 2011 kita nyolong. Iya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Fahd El Fouz didakwa telah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi atas sejumlah proyek; pengadaan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiah dan pengadaan penggandaan Al Quran tahun anggaran 2011 dan 2012 di Kementerian Agama.

Dari proyek tersebut, Fahd sekaligus ketua umum AMPG disinyalir mendapat uang dengan total Rp 14.390 Miliar dengan rincian, untuk proyek pengerjaan pengadaan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011 dengan nilai Rp 31.200 Miliar, Fahd mendapat jatah sebesar 3.25 persen

Pada proyek pengadaan penggandaan Al Quran tahun anggaran 2011, dia mendapat jatah 5 persen. Sedangkan untuk proyek yang sama dengan tahun anggaran 2012, jatah yang diterimanya 3.25 persen.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge