0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa SD dan SMP Dilibatkan sebagai Konselor Sebaya

Siswa SD dan SMP dilibatkan sebagai Konselor Sebaya (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Sebanyak 40 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Solo dibentuk sekaligus dilibatkan sebagai Konselor Sebaya di bidang Kesehatan Reproduksi Remaja, di Kampus STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (3/8). Pembentukan dan pelibatan tersebut merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo.

“Konselor sebaya maksudnya memberi konseling teman sebaya terkait Kesehatan Reproduksi,” ungkap Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Weny Hastuti kepada Timlo.net, di sela-sela acara yang berlangsung tanggal 2 – 3 Agustus 2017. Pembentukan konseling sebaya juga melibatkan 50 guru SD.

Weny mengatakan, konselor sebaya yakni layanan bantuan konseling yang diberikan oleh teman sebaya yang telah terlebih dahulu diberikan pelatihan-pelatihan untuk menjadi konselor sebaya sehingga diharapkan dapat memberikan bantuan baik secara individual maupun kelompok kepada teman-teman-temannya yang bermasalah  ataupun mengalami berbagai hambatan dalam perkembangan kepribadiannya.

Menurut Weny, siswa-siswi SD dan SMP tersebut merupakan tangan panjang kesehatan reproduksi remaja dari Dinas Kesehatan di sekolah masing-masing. “Memberi konseling tentang kesehatan reproduksi remaja,” jelasnya.

Weny mengatakan, mereka diberi ketrampilan atau pelatihan tentang konselor kesehatan reproduksi remaja. “Intinya merupakan upaya pentransfer pendidikan kesehatan reproduksi remaja dari Dinas Kesehatan melalui konselor Sebaya kepada siswa-siswi di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Surakarta Ida Angklaita mengatakan, pelibatan siswa sebagai konselor sebaya bertujuan tercapainya pengetahuan kesehatan reproduksi secara utuh bagi kader kesehatan di sekolah di Solo. Selain itu, diperoleh tingkat pengetahuan kader Kesehatan Remaja di sekolah mengenai hal-hal yang terkait dengan kesehatan reproduksi.

“Sasarannya adalah terbentuk kader Kesehatan Sekolah yang merupakan perwakilan setiap sekolah yang ditunjuk oleh 17 Puskesmas se kota Solo,” jelasnya.

Lebih lanjut Ida mengatakan, remaja merupakan masa transisi dengan ditandai adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Perilaku mencoba hal-hal baru, pergaulan bebas, seks pra nikah dan jatuh pada keterbantungan NAPZA termasuk rokok dan alcohol, ditambah lagi masalah besar saat ini.

Hal ini terjadi, menurut Ida, karena kurang informasi mengenai organ reproduksi, kesehatan reproduksi dan konsekuensi hubungan seks pra nikah. “Antisipasi kejadian yang tidak diinginkan perlu dilakukan tindakan preventif salah satunya adalah pendidikan sebaya kesehatan reproduksi remaja,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge