0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penelitian Ungkap Hal yang Paling Disesali Orang Dalam Hidup

BKB Keluarga sejahtera (timlo.net/indira jayendra iswari)

Timlo.net—Pada saat hendak mati, tidak pernah ada orang yang berkata, “Aku harap aku punya lebih banyak waktu di kantor.” Kira-kira bisakah Anda menebak hal yang paling disesali seseorang pada akhir hidupnya? Sebuah penelitian yang dilakukan dua profesor psikologi ini memberikan beberapa jawaban.

Profesor Mike Morrison dari the University of Illinois di Urbana-Champaign dan Neal Roese dari the Kellogg School of Management di Northwestern University di Illinois, Amerika Serikat (AS) melakukan survei acak lewat telepon terhadap 370 pria dan wanita. Menurut mereka, penyesalan terkait hubungan melebihi penyesalan karena karir atau pendidikan.

Sebanyak 18 persen responden menyesali kisah cinta mereka di masa lalu. Sebanyak 16 persen menyesali hal-hal terkait keluarga mereka. Sementara pendidikan (13 persen), karir (12 persen) dan keuangan (10 persen) jatuh di bagian tengah. Di bagian bawah adalah penyesalan terkait parenting (9 persen) dan kesehatan (6 persen).

Saat dikombinasikan, 43 persen penyesalan dikaitkan dengan hubungan kita (termasuk kisah cinta di masa lalu, cinta bertepuk sebelah tangan, keluarga atau parenting). Sementara penyesalan terkait pekerjaan (seperti pendidikan, karir dan keuangan) hanya mencapai 35 persen.

“Orang-orang menginginkan sebuah hubungan yang kuat dan stabil, dan tidak bahagia saat mereka kekurangan hal itu; penyesalan mewakili prinsip ini,” ujar para peneliti dilansir dari Reader Digest, Kamis (3/8).

Untungnya ada solusi sederhana untuk menghindari penyesalan ini. Pertama kita memisahkan jenis penyesalan. Jenis penyesalan pertama timbul karena hal yang kita sudah kita lakukan. Kita berharap kita tidak melakukannya. Penyesalan kedua adalah karena hal yang tidak kita lakukan, tapi kita sekarang berharap melakukannya.

Penyesalan jenis kedua menimbulkan efek yang lebih besar pada perasaan kita. Kita cenderung lebih sulit melepaskan penyesalan kedua. Lantas apa langkah praktisnya dalam kehidupan sehari-hari? Jangan takut untuk mengambil resiko dalam hal cinta, pekerjaan dan kehidupan.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge