0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Korupsi Alquran, Kemenag Dapat Jatah?

Fahd El Fouz (merdeka.com)

Timlo.net – Kementerian agama disebut-sebut mendapat komitmen fee sebesar Rp 10 miliar dari proyek pengadaan penggandaan Alquran tahun anggaran 2011. Hal itu terungkap saat sidang korupsi proyek pengadaan penggandaan Alquran dan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiah dengan terdakwa Fahd El Fouz di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus mengungkapkan fakta tersebut saat menjadi saksi pada persidangan hari ini.

“Totalnya Rp 10 miliar lebih, tetapi kami serahkannya kurang itu,” ujar Alaydrus, Kamis (3/8).

Sedikitnya, ujar Alaydrus, uang sebesar Rp 9,2 miliar diserahkannya kepada Syamsurachman, anak buah Fahd. Tidak hanya uang, Alaydrus mengaku juga memberi sertifikat pabrik miliknya sebagai kompensasi komitmen fee.

“Kami sudah tidak punya uang lagi,” tandasnya.

Seperti diketahui, Fahd El Fouz didakwa telah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi atas sejumlah proyek; pengadaan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiah dan pengadaan penggandaan Alquran tahun anggaran 2011 dan 2012 di Kementerian Agama.

Dari proyek tersebut, ketua umum AMPG itu disinyalir mendapat uang dengan total Rp 14.390 miliar dengan rincian sebagai berikut:

Untuk proyek pengerjaan pengadaan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011 dengan nilai Rp 31,200 Miliar, Fahd mendapat jatah sebesar 3,25 persen.

Pada proyek pengadaan penggandaan Al Quran tahun anggaran 2011, dia mendapat jatah 5 persen. Sedangkan untuk proyek yang sama dengan tahun anggaran 2012, jatah yang diterimanya 3,25 persen.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge