0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Arief Poyuono Tak Takut Disanksi Partai

Arief Poyuono (merdeka.com)

Timlo.net – Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) melaporkan Waketum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono ke polisi. Pernyataan Arief Poyuono dinilai telah melukai perasaan seluruh keluarga besar PDIP.

Saat dikonfirmasi, Arief Poyuono mengaku tidak takut diberi sanksi oleh partai. Dia mengklaim pernyataan itu karena ingin membela Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang dikritik terlalu berambisi menjadi Presiden oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Prabowo disebut berambisi jadi Presiden merupakan respon dari ucapannya yang menyebut ambang batas calon presiden atau presidential threshold sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu sebagai lelucon politik yang membohongi rakyat.

“Sanksi apa wong saya bela ketua umum saya yang dikritik dianggap berambisi Jadi Presiden kok,” kata Arief saat dihubungi, Kamis (3/8).

“Siapa pun yang mengkritik ucapan ketua umum dianggap tidak benar pasti akan saya lawan dan saya hadapi,” sambungnya.

Arief menegaskan, kritik Hasto kepada Prabowo salah besar. Menurutnya, Prabowo menilai penerapan ambang batas Presiden itu melanggar konstitusi. Oleh karena itu, Arief mengaku membalas kritikan Hasto dengan tudingan PDIP sama dengan PKI.

“Tapi lebih ke masalah pelanggaran konstitusi dengan UU Pemilih Pilpres Presidential Threshold 20% yang menggunakan acuan suara dan Kursi Partai di DPR Hasil Pemilu 2014,” tegasnya.

Prabowo, kata dia, juga telah menghubunginya setelah tudingan kepada PDIP menjadi polemik. Dia menuturkan, Prabowo berpesan agar dirinya meluruskan masalah tersebut agar tidak mengganggu hubungan Gerindra dengan PDIP.

“Dia bilang tolong diluruskan. Tidak enak nanti hubungan dengan PDIP dan kita harus jaga hubungan dengan semua partai. Kamu jangan emosi kalau ada yang mengkritik saya, biar saya dikritik apa pun,” ujar Arief.

Seusai dihubungi Prabowo, Arief menerjemahkan pesan mantan Danjen Kopassus itu dengan membuat surat permintaan maaf sekaligus klarifikasi atas tuduhan terhadap PDIP.

“Iya salah satu cara respon saya dari telpon Pak Prabowo pada saya,” jelas dia.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge