0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspada! Kejahatan Ini Paling Mencolok di Laweyan

Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso (kiri) saat memediasi konflik antara taksi konvensional dan taksi online, baru-baru ini (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pencurian rumah kosong merupakan kasus tertinggi sejak awal 2017 yang terjadi di wilayah hukum Polsek Laweyan. Tercatat, delapan kasus terjadi sejak awal Januari hingga kini.

“Jumlah ini adalah kasus yang dilaporkan pada kami, belum lagi ada yang tidak lapor atau laporannya ke Polresta. Kami menyoroti, untuk kasus pencurian dengan pemberatan khususnya rumah kosong ini tergolong paling tinggi,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Santoso, Rabu (2/8) siang.

Selanjutnya, posisi kedua disusul dengan kasus pencurian mulai dari jambret maupun copet dengan sebanyak tujuh kasus. Lalu, pencurian kendaraan bermotor atau curanmor sebanyak enam kasus dan narkoba sebanyak lima kasus.

“Karakteristik wilayah laweyan ini kebanyakan pencurian, terkait modusnya pemberatan atau pencurian biasa, yang jelas banyak diantara korban yang merasa kehilangan barang akibat tangan jahil,” kata Kapolsek.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjutnya, pihaknya menghimbau supaya masyarakat lebih waspada terkait barang-barang yang dimiliki. Sehingga, tidak menjadi korban dari ulah pencuri yang saat ini makin nekat.

“Tentunya jangan mencolok dan mampu menjaga barang berharga miliknya. Jangan sampai menjadi korban berikutnya,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge