0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perupa Senior Gelar Pameran Lukis Solo Lima

Pengunjung pameran mengabadikan salah satu lukisan Kawit Tristanto dengan menggunakan kamera telepon seluler (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Perupa senior Kota Bengawan menggelar pameran lukisan bertajuk Solo Lima di Bentara Budaya, Balai Soedjatmoko, Solo, Rabu (2/8). Pameran tersebut dibuka langsung Wakil Walikota Solo Ahmad Purnomo.

“Kota Solo selalu berkomitmen untuk terus mendorong sektor seni dan budaya serta pariwisata. Berbagai even seni digarap maksimal untuk semakin menggaungkan Kota Solo sebagai kota budaya dan spirit of Java,” kata Ahmad Purnomo, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Solo Lima merupakan gabungan perupa dengan berbagai latar belakang profesi. Afrial Arsad Hakim adalah salah seorang dari Solo Lima yang setiap hari bersinggungan dengan dunia seni rupa, hal ini tak terlepas dari profeainya sebagai dosen seni rupa di Solo. Perupa lain seperti Dwi Atmo, Hendro Tjokrodipo, dan Kawit Tristanto berusaha menekuni melukis sebagai perupa profesional. Sedangkan Sentot Raharjo diantara kesibukan pekerjaannya masih meyisakan waktu untuk berkarya.

“Pada awal 1980-an kegiatan pameran dan diskusi cukup ramai dengan keberadaan Taman Budaya Jawa Tengah. Juga beberapa tempat lain seperti Balai Soedjatmoko. Namun belakangan kegiatan pameran seni rupa mulai jarang diselenggarakan. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, sebab Kota Solo bisa kehilangan geliat seni rupa dan memudar cahayanya,” papar Afrial Arsad Hakim.

Keresahan tersebut wajar, sebab jarangnya kegiatan pameran akan berdampak pada berkurangnya apresiasi di masyarakat. Padahal Kota Solo sendiri memiliki peran penting dalam dunia seni rupa. Hal ini dibuktikan dengan munculnya perkumpulan kesenian Himpunan Budaya Solo pada 1950-an.

“Kami ini pribadi-pribadi yang sudah tidak lagi muda, namun kami selalu gelisah dan terus berupaya untuk aktif berkarya dan berpameran. Sesungguhnya pameran ini adalah bentuk kepedulian kami yang senantiasa ingin berkontribusi dalam perkembangan seni rupa Indonesia, khususnya Solo,” imbuhnya.

Menilik karya dari kelima perupa senior ini, tema lukisan yang disajikan cukup beragam. Berbagai kesesahan hingga peristiwa sosial di masyarakat ditangkap melalui bingkai karya seni rupa. Puluhan karya perupa senior ini bisa dinikmati hingga Senin (7/8).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge