0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miris, Kelompok Pelajar Ini Ternyata Komplotan Jambret

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.Net — Tujuh orang pelajar dari beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berurusan dengan aparat Kepolisian Resort Kupang Kota, lantaran terlibat aksi jambret. Sejumlah barang bukti seperti telepon genggam, uang tunai jutaan rupiah, serta dua lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) lengkap dengan kunci hasil aksi mereka di beberapa lokasi, berhasil diamankan dan dijadikan barang bukti.

Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon C Nugroho dalam keterangan persnya mengatakan, modus yang digunakan para pelajar ini yaitu, bergerombolan menggunakan sepeda motor mengelilingi setiap sudut kota pada malam hari.

Di saat pengendara lain melintasi jalan sepi, mereka kemudian nekat menghadang dan merampas barang bawaan para pengendara yang ditargetkan tersebut.

“Ya modusnya mengikuti dari belakang para pengendara lain dan begitu lengah mereka langsung ambil barang bawaan orang yang mereka target tersebut,” ujarnya, Selasa (2/8).

Anton menambahkan, para pelajar ini biasanya beraksi pada malam hari secara kelompok. Ketika melihat pengendara yang memegang Handphone di atas motor, mereka langsung merampas lalu melarikan diri.

“Tujuh pelajar ini diamankan atas laporan masyarakat. Mereka waktu itu sedang beraksi di dua TKP yakni, di depan Bank BI lama, dan di Jalan Fetor Foenay. Setelah pengembangan, mereka juga melakukan di depan Transmart, Jalan WJ Lalamentik serta di Jalan Palapa. Hasil jambret para pelajar ini kemudian dijual kepada para penadah,” bebernya.

Budy, salah satu warga yang membeli barang-barang hasil jambret para pelajar ini megaku, dirinya terpaksa membeli karena ditipu dengan alasan uang itu akan digunakan untuk memperbaiki motor.

“Mereka alasannya banyak, kemarin mereka datang di warung saya alasannya motornya rusak jadi saya disuruh untuk lihat hapenya, kalo masih bagus ya saya ambil. Saya ambil satu hape dengan harga satu juta empat ratus ribu rupiah tapi hanya hapenya saja, yang lain tidak ada,” kata Budy sambil menundukan kepalanya.

Atas perbuatan mereka, polisi kini menetapkan ketujuh anak dibawah umur ini sebagai tersangka, dengan pasal 363 KUHP dengan ketentuan pasal 32. Mereka diancam 7 tahun penjara, sementara itu polisi juga akan terus melakukan pengembangan guna mengetahui dalang perekrut komplotan penjambret di lingkungan pelajar ini.

[msh]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge