0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Desa di Jawa Tengah Rawan Kekeringan

Warga di Wonosegoro terpaksa mengambil air di sumber air,menyusul sumur warga mulai mengering (foto: Nanin)

Boyolali – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan pendataan di titik-titik rawan kekeringan. Terdapat sedikitnya 1.100 desa di 317 kecamatan di 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masuk dalam peta rawan bencana kekeringan.

“Dari pemetaan tersebut, ini sedang kita bahas untuk menentukan sebagai daerah siaga darurat kekeringan,” kata Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, Rabu (2/8).

Status siaga darurat kekeringan tersebut, lanjut Sarwa, ditetapkan untuk pengajuan anggaran di BNPB. Pasalnya tanpa status darurat kekeringan, pihaknya akan kesulitan mendapatkan anggaran.

“Jatah untuk provinsi Jateng senilai Rp 8 milliar hingga Ro 9 Milliar,” lanjut Sarwa.

Dijelaskan, untuk wilayah Jawa Tengah, saat ini sudah ada lima kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat kekeringan.

“Salah satunya Kabupaten Boyolali,” imbuhnya.

Sedangkan untuk droping air, sudah dilakukan di Pemalang, Banyumas, Klaten dan Wonogiri sudah dimulai. Sementara kesiapan tiap kabupaten atau kota antara 200 tangki hingga 300 tangki air bersih. Untuk kabupaten/kota yang sudah kehabisan dana penangganan kekeringan bisa mengajukan ke provinsi.

“Provinsi menyiapkan anggaran Rp 600 juta,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge