0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seorang Warga Tewas Terkena Peluru Tembakan Peringatan

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Tembakan peringatan yang dilakukan oleh seorang anggota Brimob di Kabupaten Deiyai, Papua, melukai empat orang. Satu orang meninggal sementara tiga lainnya dievakuasi ke Kabupaten Nabire, Papua.

“Ketiganya dievakuasi dari dua rumah sakit yaitu RSUD Enarotali dan RSUD Madi dengan menggunakan pesawat,” kata Kapolres Paniai AKBP Supriagung, Rabu (2/8).

Para korban penembakan dievakuasi agar mendapat perawatan lebih, mengingat sarana dan prasarana yang ada di dua rumah sakit masih terbatas sehingga ketiganya dievakuasi ke Nabire.

“Mudah-mudahan kondisi ketiga korban kembali membaik setelah mendapat penanganan medis di RSUD Nabire,” terang Supriagung.

Jenazah korban saat ini disemayamkan di Mapolsek Tigi, Kapolres Paniai yang wilayahnya meliputi Kabupaten Deiyai dan Paniai.

“Saat ini sedang dilakukan dialog yang dihadiri Sekda Deiyai dan Dansat Brimob Polda Papua Kombes Matias Fakhiri,” bebernya.

Kapolres Paniai mengatakan kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota brimob berawal saat masyarakat melakukan penyerangan kepada karyawan yang sedang membangun jembatan di kali Onaibo.

Sebelum melakukan penyerangan ke kamp, masyarakat sempat meminta tolong kepada karyawan untuk membawa warga yang tenggelam di kali namun ditolak dengan alasan takut disalahkan bila terjadi musibah.

“Akibatnya sebelum tiba di rumah sakit korban meninggal, sehingga warga mengamuk dan melakukan penyerangan terhadap karyawan,” cerita Supriagung.

Dia mengatakan anggota Brimob berupaya melerai namun makin anarkis dan menyerang dengan menggunakan panah dan parang serta batu.

“Anggota memang mengeluarkan tembakan peringatan namun ternyata ada yang mengenai empat orang, satu di antaranya meninggal,” tutur Supriagung.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge