0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dari AMD Hingga TMMD Tetap Lekat di Hati Masyarakat

Dandim 0728/ Wonogiri Letkol Inf Basuki Sepriyadi bersama Forkompinda meninjau dan meresmikan sekaligus penutupan kegiatan TMMD di Desa Purworejo, Wonogiri. (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sudah puluhan tahun, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berjalan di Nusantara ini. Sejak tahun 1980-an, kala itu masih dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD). Dari berbagai evaluasi, ternyata TMMD membawa dampak perubahan dan perkembangan serta manfaatnya sudah mulai dirasakan desa sasaran.

“Sudah 37 tahun TMMD itu berjalan. Saat ini, manfaatnya sudah dirakan oleh masyarakat. Program TMMD masih
sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang,” beber Komandan Kodim 0728/ Wonogiri Letkol Inf Basuki Sepriyadi saat penutupan TMMD Sengkuyung ke-99 di Desa Purwerjo, Wonogiri, Rabu (2/8).

Menurut dia, keberhasilan dari kegiatan TMMD ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Bahkan masyarakat dan Pemkab setempat meminta agar  kegiatan TMMD ditambah.

“Akhirnya ditambah, semula setahun dua, kali kini setahun tiga kali. Hal itu sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri RI kepada Gubernur serta Bupati/Walikota. Nomor 140/174SJ tanggal 16 Januari 2017 tentang Penambahan kegiatan program TMMD dari 2 kali menjadi 3 kali dalam setahun,” jelasnya.

Ditambahkan, Program TMMD yang ke-99 tahun 2017 ini, merupakan tahun ketiga dari rencana strategis TNI AD tahun 2015-2019. Dia pun meyakini, apabila kegiatan melalui proses yang prima, selektif dan akurat di lapangan, maka akan menghasilkan kegiatan yang optimal.

Pada TMMD ke-99 tahun 2017 ini telah dikerjakan sebanyak 364 sasaran fisik berupa infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, diantaranya pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru rehabilitasi jalan, pengaspalan jalan, peningkatan badan jalan dan pengerasan jalan, pembuatan dan rehab jembatan, pembuatan talud dan gorong-gorong renovasi dan pembangunan rumah ibadah maupun sekolah serta pembangunan rumah tidak layak huni. Tidak kalah pentingnya juga pembangunan sarana sanitasi dan pusat- pusat kegiatan masyarakat. Kesemuanya itu telah tercapai 100 persen.

“Pencapaian program sasaran fisik diatas juga diimbangi dengan pencapaian pada sasaran nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang Bela Negara dan Ketahanan Nasional. Juga terkait proxy war dengan maraknya peredaran Narkoba, terorisme, dan adanya gerakan radikal anti Pancasila,” tandasnya.

Kades Purworejo, Hartono mengakui, dengan adanya TMMD, sedikit banyak pekerjaan rumah di desa teratasi. Bahkan warganya pun  kini mulai merasakan manfaatnya. Dia berharap, program tersebut dapat berkelanjutan setiap tahun didesanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge