0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebijakan HET Gula Diprotes

(merdeka.com)

Timlo.net – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) tak setuju dengan kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditi gula. Menurut mereka, kebijakan ini merugikan dan memiskinkan petani tebu.

Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen menegaskan, pihak petani tebu dirugikan atas Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor: 27/M-DAG/PER/5/2017 yang menetapkan harga acuan gula tani (HPP) Rp 9.100 per Kg dan HET gula di tingkat konsumen Rp 12.500 per Kg.

“Harga yang diatur dalam Permendag ini merugikan petani karena harga acuan gula tani (HPP) masih di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar Rp 10.600 per Kg, sedangkan HPP idealnya harus di atas BPP,” ujar Soemitro di Jakarta, Rabu (2/8).

Petani keberatan atas pemberlakuan harga eceran tertinggi (HET) gula di pasar atau retail yang dibatasi Rp 12.500 per Kg. Sebab pada kenyataannya pedagang menekan harga beli gula petani pada harga di bawah Rp 10.000 per Kg (di bawah biaya produksi), sehingga harga gula petani bisa turun sampai Rp 9.100 per Kg.

“Harga eceran tertinggi (HET) harus di atas HPP. Jadi jelas sekali bahwa dengan besaran HPP dan HET yang ada saat merugikan petani,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, untuk HET mulai berlaku dari 10 April dan nantinya akan di evaluasi pada September 2017. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pasar di Indonesia termasuk pasar tradisional dan pasar ritel modern.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge