0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persis Resmi Ajukan Banding

Wakil CEO Persis Solo, Dedy M Lawe menunjukkan surat banding ke PSSI, terkait sanksi atas insiden laga di Rembang. (foto: Aryo Atmaja)

Solo – Klub Persis Solo akhirnya resmi mengajukan banding terhadap PSSI, akibat sanksi yang ditujukan. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini dihantam sanksi cukup berat, imbas dari kericuhan dalam laga di Rembang, 16 Juli lalu.

Dalam pertandingan di kandang PSIR Rembang, terjadi kericuhan penonton yang membuat laga harus dihentikan, meski masih menyisakan 40 menit permainan. Dalam rapat komisi disiplin (komdis) PSSI pada 27 Juli kemarin, Persis pun menghadap sanksi yang berat.

Sanksi tersebut adalah larangan bertanding dengan penonton sebanyak dua kali, denda Rp 100 juta, dinyatakan kalah secara walk out 3-0 dari PSIR, dan poin Persis dikurangi tiga angka. Hal tersebut membuat Persis meradang dan secara resmi melayangkan banding sebagai bentuk protes.

“Banding secara resmi sudah kami ajukan ke PSSI, dan tinggal dibahas dalam komisi banding. Sebelumnya, kami sudah mengirim delegasi dalam rapat ke PSSI. Terus terang ini pertama dalam sejarah ada klub dihukum begitu berat, tanpa melihat realita di lapangan yang sebenarnya. Laga itu benar-benar tidak bisa dilanjutkan,” terang Wakil CEO Persis Solo, Dedy M Lawe bersama CEO klub, Bimo Putranto, Rabu (2/8).

Pihaknya membeberkan penjelasan terkait apa yang sebenarnya terjadi di Rembang 16 Juli silam, yang jauh berbeda dengan alasan dari PSSI. Dedy M Lawe mengaku bahwa tidak ada satupun pihak dari Persis Solo yang memberikan pernyataan timnya takut untuk melanjutkan pertandingan dalam situasi chaos di Rembang saat itu.

“PSSI juga menyalahi aturan main soal pengurangan poin dan denda. Kami akan banding ke PSSI dan berharap banding kami dikabulkan. Ini bagian dari perbaikan PSSI. Putusan dari Komdis itu seharusnya dalam bentuk dokumen, bukan by email. Bentuk hard copy juga belum kami terima,” imbuh pria yang juga menjadi kuasa hukum Persis Solo ini.

Menanggapi persoalan sanksi PSSI tersebut, Persis akan berjuang keras menegakkan keadilan demi sepak bola Indonesia yang lebih baik. Persis juga tidak akan berkonsultasi dengan tim-tim lain yang juga mendapat sanksi tak masuk akal.

“Tidak ada konsolidasi dengan tim-tim lain. Karena ini murni demi menegakkan aturan, bukan upaya politisasi sebagai bentuk perlawanan terhadap PSSI,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge