0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apa Itu Tryphophobia dan Apa Penyebabnya?

Contoh kumpulan lubang pemicu trypophobia. (Dok: Timlo.net/ The Sun. )

Timlo.net—Trypophobia adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang memiliki ketakutan yang tidak masuk akal terhadap kumpulan benjolan atau lubang kecil.

Beberapa ilmuwan percaya jika gen manusia tidak menyukai bentuk kumpulan lubang ini. Beberapa ahli lain mengatakan jika ketakutan ini adalah perilaku yang dipelajari. Istilah trypophobia muncul pada 2005. Istilah ini dimunculkan oleh para pengguna internet dengan menggabungkan kata Yunani untuk lubang dan takut.

Istilah ini belum digolongkan sebagai sebuah kondisi kejiwaan secara resmi. Tapi sebuah penelitian dalam jurnal Psychological Science memperkirakan jika 16 persen masyarakat mengidap fobia ini. Jurnal itu menjelaskan jika kondisi itu menimbulkan reaksi yang kuat. Padahal pemicunya yaitu kumpulan lubang biasanya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan ancaman.

Tingkat keparahan fobia ini beragam dari kasus ke kasus. Beberapa penderita trypophobia merasa tidak nyaman melihat kumpulan lubang. Beberapa penderita lainnya mengaku melihat bentuk itu membuat mereka gemetar ketakutan. Penelitian terkait fobia ini masih minim. Beberapa ahli percaya jika DNA manusia membuat kita merasa jijik melihat pola lubang yang menjadi penyebab trypophobia.

Ilmuwan yang membuat teori terkait fobia ini adalah Wilkins dan Cole berdasarkan penelitian mereka pada 2013, tulis The Sun, Rabu (2/8). Mereka berpendapat jika ketakutan ini adalah insting manusia. Mereka menghubungkan kumpulan lubang atau benjolan itu dengan bahaya. Hal ini karena otak manusia menghubungkan bentuk lubang itu dengan penyakit atau luka. Menyembuhkan fobia ini tidaklah mudah.

Terapi perilaku kognitif bisa digunakan untuk menolong penderita trypophobia untuk mengubah pola pikir mereka. Terapi itu membuat mereka bisa membedakan jika ketakutan yang mereka rasakan hanya ada dalam imajinasi mereka. Perawatan lain bisa berupa terapi perilaku, konseling dan hipnotis.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge