0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Video Ospek Disuruh Jalan di Atas Bara Jadi Viral, Ini Penjelasan Kampus

(merdeka.com)

Timlo.net – Video calon mahasiswa disuruh berjalan di atas bara api saat kegiatan ospek di perguruan tinggi Sekolah Pariwisata di Buleleng, Bali, jadi viral di dunia maya. Banyak yang menilai kegiatan ini terlalu berlebihan.

Video yang berdurasi singkat dengan menampilkan atraksi calon mahasiswa saat menjalani orientasi yang cukup menegangkan dan dinilai berlebihan ini, ternyata dilakukan oleh PPLP Pansophia Singaraja, saat proses pelaksanaan ospek berlangsung.

Dikonfirmasi kebenaran itu, Direktur Pansophia Singaraja, Made Yudana tidak menampik adanya aksi menegangkan saat proses ospek berlangsung.

Menurut Yudana, aksi dengan berjalan di atas api terjadi Jumat (28/7) malam. Kegiatan tersebut hasil kerja sama dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja. Lokasinya di halaman SPN Singaraja, dengan pengawasan secara langsung.

“Saya ada di sana, dari menit ke menit. Bahkan saya duluan mencoba berjalan di atas api itu. Saya tegaskan saat itu kegiatan fire walk itu tidak mengandung unsur pemaksaan. Kami hanya mempersilakan bagi yang berani saja. Dan Kepala SPN berada di samping untuk memantau, 70 persen dari total calon mahasiswa mencobanya,” kata Yudana, Selasa (2/8).

Dipaparkam Yudana, awalnya sebelum melangkahkan kakinya di atas kobaran api sepanjang 1,5 meter, instruktur dari SPN yang berjumlah 14 orang meminta Yudana dan beberapa peserta lain untuk menyelupkan kedua kaki ke dalam kubangan air pertama, yang sudah dibuat sebelumnya.

“Setelah kaki dicelupkan, para peserta dipersilakan untuk melintasi kobaran api, lalu kembali mendarat di dalam kubangan air kedua. Atraksi berjalan di atas kobaran api itu berakhir dengan aman,” ungkap Yudana.

Hal senada juga disampaikan, salah satu calon mahasiswa PPLP Pansophia Singaraja, Putu Devi Anggriani (16). Devi mengaku, senang mencoba melakukan atraksi fire walk.

“Saat kegiatan itu, memang benar kok tidak ada unsur pemaksaan dan tidak ada kekerasan,” ujar Devi.

Kegiatan OKK tahun ajaran 2017/2018 ini memang sengaja dilakukan dengan melibatkan SPN. Tujuannya, untuk mengajarkan, mengubah perilaku yang kurang disiplin, serta menghilangkan karakter buruk yang sebelumnya dimiliki para calon mahasiswa.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge