0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peneliti: Luka Hati Lebih Sakit Dibanding Luka Fisik

Ilustrasi luka hati. (Dok: Timlo.net/ Verywell.com)

Timlo.net—Sebuah penelitian mengungkapkan jika rasa sakit yang disebabkan luka batin terasa lebih dalam dan lebih lama dibandingkan luka fisik. Penelitian itu dilakukan para psikolog dari Purdue University di Amerika Serikat (AS) dan Macquarie University serta the University of New South Wales in Australia. Penelitian dilakukan dalam empat percobaan berbeda. Mereka berusaha menemukan bagaimana orang mengatasi luka emosional dan luka fisik.

Hasil penelitian mereka ditulis dalam artikel mereka berjudul “When Hurt Will Not Heal: Exploring the Capacity to Relive Social and Physical Pain”. Para peneliti menyimpulkan jika luka emosional atau sosial sama kuat dan nyata dengan luka fisik.

Para peneliti meminta subyek penelitian mengingat kembali pengalaman mereka yang menyakitkan dengan menulisnya secara detil. Mereka diminta mengungkapkan apa yang terjadi dan apa yang mereka rasakan. Dalam dua percobaan pertama, subyek penelitian diminta mengingat kembali luka fisik dan emosional, dan menjawab beberapa pertanyaan. Setiap pengalaman itu harus terjadi dalam rentang waktu lima tahun sebelumnya.

Mereka diminta menyebutkan kapan kejadian itu berlangsung, seberapa besar luka yang terjadi saat itu, berapa kali mereka membicarakan pengalaman itu dan berapa dalam rasa sakitnya sekarang ini. Mereka yang menceritakan pengalaman emosional mengaku mengalami rasa sakit yang lebih besar dibandingkan saat menceritakan luka fisik.

Pada percobaan ketiga dan keempat, para peserta ini diminta melakukan tugas kognitif dengan tingkat kesulitan berbeda setelah menulis pengalaman menyakitkan baik secara fisik maupun emosional. Mereka yang menulis pengalaman luka emosi mereka memiliki kinerja lebih buruk dibandingkan yang menulis tentang luka fisik.

“Walaupun kedua jenis luka itu bisa terasa sangat sakit saat terjadi, luka sosial memiliki kemampuan unik untuk muncul kembali lagi dan lagi, sementara luka fisik hanya muncul sebagai memori jika memang waktu itu sakit saat terluka secara fisik,” ujar salah satu peneliti, Dr. Kip Williams dikutip dari Telegraph.co.uk, Selasa (1/8).

“Kenapa kita tidak selalu menderita dari serangkaian pengkhianatan sosial dan bentuk lain dari rasa sakit sosial? Karena kita cukup terampil untuk mengubur memori ini. Kami harus meminta para peserta untuk memikirkan kembali detil-detil dari pengalaman sosial yang menyakitkan itu supaya mereka merasakan sakitnya pada masa sekarang ini. Hanya berkata, ‘oh yeah, pacar saya berselingkuh sekali..’ tidaklah cukup untuk menimbulkan kembali rasa sakit. Mereka harus masuk ke dalam memori mereka dan itulah hal yang jarang kita lakukan,” tambahnya. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal “Psychological Science” edisi Agustus 2008.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge