0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Veteran Desak Pemerintah Tetapkan Solo sebagai Kota Perjuangan

Veteran eks Tentara Pelajar (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sejumlah veteran eks Tentara Pelajar mendesak pemerintah untuk bisa mencanangkan Solo sebagai Kota Perjuangan. Sebab banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di Solo, baik secara perjuangan, politis, dan lainnya. Salah satu momen tersebut adalah pertempuran 4 hari di Solo.

“Kota Solo ini layak dicanangkan menjadi Kota Perjuangan,” ungkap salah seorang anggota veteran eks Tentara Pelajar, Djoko Ramelan, saat diskusi peringatan Serangan Umum Empat Hari di Solo, di Gedung Ganesha, Solo, Selasa (1/8).

Bahkan, ia menjelaskan, menurut sejarah, pertempuran empat hari yang berhasil dimenangkan oleh tentara pelajar tersebut mampu merubah peta sejarah Indonesia. Berkat kemenangan itu, dikatakan, Belanda tak mampu mempertahankan kota Solo dan pada akhirnya menggoyahkan keyakinan parlemen Belanda atas kinerja serdadu mereka dalam Konfrensi Meja Bundar (KMB).

“Kemenangan di Solo ini membuat pihak parlemen Belanda mengakomodir permintaan Indonesia dalam KMB.” kata Djoko Ramelan.

Sementara salah seorang putri dari veteran eks Tentara Pelajar, Dian Esti Nurati mengatakan bahwa pertempuran yang terjadi pada 7-10 Agustus 1949 telah mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Solo. Hal ini dibuktikan dengan adanya Perda Solo No. 17 Tahun 1998 sebagai dasar melaksanakan peringatan serangan umum tersebut.

“Dengan penetapan Kota Solo sebagai Kota Perjuangan, hal tersebut akan memberi dampak baik bagi masyarakat Solo, khususnya anak-anak muda.” katanya.

Hal itu juga akan mengundang antusiasme masyarakat untuk turut mengenang pertempuran hebat tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge