0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bidik Pasar Eropa, Produk Light Wood Didorong Inovatif

Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Hadi Daryanto (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Solo Baru — Pemerintah mendorong industri kayu olahan (light wood) terus melakukan inovasi untuk menembus pasar Eropa dan Amerika. Saat ini pasar light wood dari Indonesia masih didominasi negara-negara Asia seperti Cina, Korea dan Jepang, sedangkan pasar Eropa meskipun sudah ada namun masih sangat kecil.

“Kita dorong indistri light wood ini terus melakukan terobosan dan inovasi produk, sehingga pasarnya semakin luas, karena kebutuhan dunia masih sangat tinggi. Dan pemerintah memberikan dukungan berupa kemudahan akses bank bagi petani kayu sebai penyuplai bahan,” kata Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Hadi Daryanto, di Solo Baru, Senin (31/7).

Untuk saat ini, kapasitas produksi light wood dari Indonesia bisa mencapai  6.000 kontainer per bulan. Sedangkan untuk kebutuhan ekspor di Asia yang didominasi Cina mencapai 3.500 kontainer per bulan atau 90 persen dari nilai ekspor keseluruhan produk light wood.

Sementara itu untuk bahan baku di Indonesia masih sangat cukup karena bahan baku yang digunakan berasal dari hutan rakyat yang bisa ditanam kembali. Pertahun dibutuhkan sekitar 20 juta meter kubik kayu untuk sebuah produk.

“Bahan bakunya kan berasal dari kayu rakyat dan izinnya sudah dipermudah dari pemerintah, sedangkan untuk modal dipermudah dengan pemberian kredit usaha rakyat (KUR). kita akan dorong bank lain supaya membantu petani, karena sekarang pasarnya sudah sangat jelas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge