0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemakaian LPG untuk Pengairan Tak Dibenarkan

Kasie Pembinaan Perdagangan Disperindag Sragen, Joko Suranto (dok.timlo.net/gg)
Sragen —¬†Pemerintah Kabupaten Sragen meminta petani tidak menggunakan gas LPG ukuran 3 Kg sebagai bahan bakar diesel untuk irigasi. Pasalnya pemerintah telah memberi kemudahan petani dengan menerbitkan surat rekemendasi untuk membeli BBM dalam derigen.
“Pemanfaatan gas LPG untuk bahan bakar diesel tidak dibenarkan, karena bukan pemanfaatanya. Gas LPG 3 Kg dikhususkan untuk kegiatan rumah tangga dan UMKM,” kata Kasie Pembinaan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdaganagn (Disperindag) Sragen, Joko Suranto, Senin (31/7).
Menurutnya, penggunaan gas LPG untuk bahan bakar diesel akan mengurangi stok rumah tangga. Diakuinya, memang dua pekan terakhir ini para petani banyak yang memanfaatkan gas LPG untuk bahan bakar diesel, lantaran musim kemarau tahun ini.
Joko tidak menampik, akibat pemakaian elpiji untuk pengairan tersebut di beberapa kecamatan yang wilayahnya memiliki area pertanian luas terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg. Namun demikian pihaknya belum berencana mengajukan tambahan kuota gas LPG ke Hiswanamigas.
“Kita nunggu perkembangan, karena tidak serta merta menabambah. Pemkab punya kewajiban mengendalikan subsidi. Penambahan harus disertai dengan data valid untuk menyelamatkan subsidi Migas,” papar Joko.
Joko menjelaskan, kuota gas LPG 3 kg di Sragen sebanyak 26.000 tabung per hari. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup kalau hanya untuk kebutuhan rumah tangga dan UMKM.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge