0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Butuh Biaya Sekolah Anak, Penjual Nasi Nekat Curi Motor

Pelaku pencurian motor berikut barang bukti saat diamankan di Polsek Banjarsari (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Seorang penjual nasi di sebuah tempat kos di Kawasan Kampung Gondang RT04/ RW01 Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, dibekuk aparat setelah terbukti mencuri motor untuk digadaikan. Tersangka bernama Siswanto (36) warga Kampung Pacing , Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten ini nekat menggondol motor jenis Honda Beat F 6547 UAE saat terparkir di lokasi tempat kos yang menjadi aktivitas kesehariannya.

“Jadi, tersangka ini nyolong motor milik salah satu penghuni kos bernama Asep yang kebetulan saat itu sedang mandi. Sedangkan, tersangka kesehariannya jualan nasi (semacam angkringan —Red) di tempat kos-kosan tersebut,” terang Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana, Selasa (1/8) siang.

Peristiwa bermula, saat tersangka mendapat telepon dari anaknya yang ada di Klaten untuk meminta uang buat biaya sekolah. Namun, waktu itu penghasilan tersangka dari jualan nasi di lokasi kos-kosan tersebut juga sedang seret. Tersangka akhirnya berupaya untuk meminjam uang dari pacarnya yang diajak usaha jualan nasi tersebut. Namun, bukannya mendapatkan uang tersangka justru dimarahi. Kesal dengan perilaku pacarnya itu, pelaku akhirnya pergi.

“Jadi pelaku ini sudah bercerai dengan istrinya. Dia memiliki usaha jualan nasi bersama pacarnya. Tapi, saat minta uang untuk biaya sekolah anaknya tersangka malah dimarah-marahi,” jelas Kapolsek.

Saat pergi itulah, timbul niatan pelaku untuk menggasak motor yang terparkir di depan tempat kos biasa dia menjual nasi. Kebetulan, motor Honda Beat tersebut merupakan milik salah seorang pelanggannya. Saat ituah, dia masuk kedalam kamar yang sedang sepi dan mengambil kunci motor yang ada dilantai. Merasa aksinnya tak ada yang melihat, tersangka langsung kabur dengan membawa motor hasil kejahatannya.

“Peristiwanya sudah setahun lalu, sejak pemilik motor bernama Asep ini melaporkan peristiwa kehilangan motornya. Setelah diselidiki, pelaku berhasil dilacak berada di rumahnya di Klaten, hingga akhirnya dilakukan penangkapan,” terang Kapolsek.

Sementara, dari pengakuan tersangka, dirinya nekat melakukan aksi curanmor lantaran kepepet mendapat telpon bahwa anaknya butuh biaya sekolah. Sehingga, dengan berbagai upaya dirinya akhirnya melakukan aksi kejahatan agar mendapatkan uang.

“Motor saya gadaikan. Uangnya untuk anak saya bayar sekolah,” kata pria lulusan SMP tersebut.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge