0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TKI Wajib Terdaftar Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Layanan di BPJS Ketenagakerjaan (dok.timlo.net/setyo oujis )

Solo — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai satu Agustus meperluas cakupan layanan kepada masyarakat. Pasalnya, dengan adanya perluasan layanan itu semua TKI wajib didaftarkan sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

“Program perlindungan untuk TKI ini sudah dilaunching di Tulungagung 30 Juli 2017 lalu oleh Menteri Ketenagakerjaan, dan resmi mulai berlaku pada 1 Agustus 2017,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Kota Solo, Suwilwan Rachmat kepada wartawan, Selasa (1/8).

Menurutnya, program yang wajib diikuti oleh calon TKI dan TKI ada dua, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Sementara untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) masih bersifat sukarela.

“Skema perlindungan untuk TKI ini dimulai sejak sebelum ditempatkan, saat penempatan, hingga TKI tersebut kembali ke tanah air, dengan iuran berjumlah Rp 370.000,” jelasnya.

Sedangkan bagi TKI yang diperpanjang masa penempatannya, maka iuran per bulan yang harus dibayar sebesar Rp 13.500. Pihaknya, juga menyampaikan dengan adanya kebijakan itu akan banyak manfaat bisa di dapat oleh TKI yang bersangkutan.  Diantaranya adalah perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, risiko meninggal dunia, dan mendapatkan manfaat layanan tambahan seperti pinjaman uang muka perumahan bagi TKI yang mengikuti program JHT.

“Dengan diberlakukannya Permenaker Nomor 7 Tahun 2017, kami juga telah menghimbau para pengelola PPTKIS untuk mendaftarkan para calon TKI dan TKI binaannya ke program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga para pahlawan devisa itu bisa terlindungi sejak pelatihan, penempatan, hingga kembali ke tanah air nantinya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge