0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Garam Naik, Pedagang Es Putar dan Telor Asin Menjerit

Pedagang garam (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Naiknya harga komoditas garam yang terjadi belakangan ini turut memberi dampak kepada sejumlah produsen makanan jadi. Akibatnya, mereka terpaksa menaikkan harga jual demi menutup lonjakan biaya produksi.

“Saya terpaksa menaikkan harga jual seribu rupiah per gelas karena menyesuaikan dengan biaya produksi yang meningkat,” ujar salah satu pedagang es putar, Salim kepada wartawan, Selasa (1/8).

Naiknya harga garam belakangan ini, menurutnya sangat memukul pelaku usaha es putar. Pasalnya, biaya produksi yang dikeluarkan dari sebelumnya sekitar Rp 160 ribu per tabung, sekarang melonjak menjadi Rp 180 ribu per tabung. Dengan adanya lonjakan biaya produksi itu, tentunya sulit baginya jika tidak menaikkan harga jual.

Kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Pedagang telur asin, Suko Haryono menyampaikan tingginya harga garam membuat ongkos produksinya meningkat. Kendati demikian, dirinya rela tidak menaikkan harga jual karena takut tidak memiliki pelanggan.

“Ya terpaksa untungnya berkurang. Karena kalau mau naikkan harga takut pelanggan kabur,” tandasnya.

Jika dikalkulasi, sebelumnya ia mengaku untuk satu butir telur bisa mendapat untung Rp 800 per butir. Namun setelah harga garam naik tak terkendali, sekarang hanya dapat mengantongi untung Rp 350 per butir.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge