0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DKK Karanganyar Antisipasi Penolak Imunisasi 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Cucuk Heru Kusumo (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar tidak menutupi adanya kelompok penolak umunisasi. Jelang program imunisasi measles dan rubela (MR) serentak, DKK menyosialisasikan program itu kian intens.

“Kami akan menghitung setiap hari berapa yang sudah diimunisasi. Kalau tidak hadir, dari situ kelihatan siapa yang bersikap menolak,” kata Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo kepada Timlo.net, Senin (31/7).

Cucuk menyarankan pendekatan ke orangtua berpaham negatif tentang imunisasi dilakuka secara humanis. Sesuai jadwal, imunisasi serentak diberikan kepada sasaran anak sekolah usia 7 tahun-15 tahun selama Agustus. Sedangkan pada September mendatang, sasarannya bayi usia 9 bulan sampai anak usia 7 tahun di Posyandu, Puskesmas dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Dalam hal ini, dropping kebutuhan imunisasi MR dari pemerintah pusat ke Karanganyar terhitung cukup.

Cucuk tak berharap kejadian luar biasa (KLB) difteri di sebuah pondok pesantren di Matesih beberapa waktu lalu terulang lagi karena orangtua kurang memahami pentingnya pemberian imunitas. Baru setelah salah seorang santriwan meninggal dunia, pengelola pondok pesantren dan orangtua santriwan bersedia anak-anaknya diimunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge