0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keamanan Cyber Singapura Paling Tinggi

ilustrasi ()

Timlo.net—Singapura menduduki posisi pertama dalam hal kesiapan mereka melawan serangan cyber. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara lain masih belum siap menghadapi serangan cyber.

Laporan Global Cybersecurity Index (GCI) yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union (ITU) milik PBB itu menilai kondisi keamanan cyber dari 193 negara anggota ITU.  Badan itu menilai lima pilar dari keamanan cyber seperti legalitas, teknis, organisasi, kerjasama dan pembangunan kapasitas. Singapura menduduki posisi pertama dalam daftar 10 besar terkait tingkat komitmen terhadap keamanan cyber. Negara itu dikatakan memiliki sejarah yang panjang terkait inisiatif keamanan cyber.

Amerika Serikat (AS) berada di posisi kedua sedangkan Malaysia di posisi ketiga. Negara-negara lain yang masuk daftar 10 besar adalah Oman, Estonia, Mauritius, Australia, Georgia, Perancis dan Kanada. Rusia sendiri berada di posisi kesebelas. Guinea Equatorial menduduki tempat terakhir dengan Yaman dan Republik Afrika Tengah berada di atasnya. Sementara Indonesia berada di posisi ke-70 di bawah Pakistan dan Iran.

Laporan itu menyatakan jika keamanan cyber adalah hal yang semakin penting dalam kehidupan masa kini. Tingkat interkonektivitas jaringan menandakan jika apapun bisa menjadi target serangan cyber. “Segala sesuatu dari infrastruktur penting nasional hingga hak dasar kita bisa terancam,” tambah laporan itu.

Jenis serangan cyber tertinggi pada 2016 berupa serangan email. Jumlah email berbahaya mencapai 1 persen dari semua email yang terkirim. “Para penyerang meminta lebih banyak dari para korban mereka, dengan jumlah uang tebusan rata-rata naik menjadi 1000 USD pada 2016, naik kira-kira 300 USD dari tahun sebelumnya,” kata kepala biro pengembangan telekomnikasi ITU, Brahima Sanou dalam kata pengantar dalam laporan.

Sumber: RT.com

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge