0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Orang Jadi Pesuruh Praktik Ilegal Penjualan Elpiji Oplosan

Gelar barang bukti kasus elpiji oplosan. (Raymond)

Karanganyar — Tersangka kasus penjualan elpiji oplosan, Eko Setiawan (34) memiliki dua orang pesuruh. Mereka bertugas mengumpulkan bahan-bahan penyuntikan gas bersubsidi ke nonsubsidi.

“Tersangka menyuruh dua kaki tangannya bernama Toni dan Aris membeli gas ukuran 3 kilo Rp 17 ribu per buah di wilayah Solo kemudian membawanya ke tempat pengoplosan di kandang burung puyuh. Di sana, tersangka sudah menyiapkan piranti penyuntikan,” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan dalam gelar barang bukti kasus elpiji oplosan di Mapolres Karanganyar, Minggu (18/6).

Dikatakannya, dibutuhkan isi gas empat tabung ukuran 3 kilo untuk dipindahkan ke satu tabung kosong ukuran 12 kilo. Tersangka menimbang hasil suntikan untuk memastikan bobotnya pas. Agar tampak meyakinkan, seal karet dan segel bekas tabung 3 kilo dipasang ke tabung 12 kilo usai isinya dipindahkan.

“Sudah dua pekan pelaku melakukan praktik ilegal ini,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis diantaranya Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 huruf a,b dan c dan pasal 8 huruf a,b dan c UURI No 8 tahun 1999, pasal 32 ayat (2) jo pasal 30 UURI no 2 tahun 1981, pasal 53 huruf a UURI no 22, no 54 dan no 55 tahun 2001 tentang MIGAS. Adapun ancamannya penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge