0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

LDA Sepakat Lupakan Konflik

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (dok.timlo.net/red)

Solo — Lembaga Dewan Adat (LDA) yang digawangi adik-adik Pakubuwana XIII sepakat melupakan konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun. Saling lapor antara kedua pihak ke Polisi pun sepakat untuk dihentikan.

“Kita sepakat untuk clear-kan masalah-masalah hukum yang kemarin,” kata Ketua LDA, GKR Koes Murtiyah atau akrab disapa Gusti Moeng, Sabtu (17/6).

Tak jelas apa yang dimaksud Moeng dengan mengklirkan masalah hukum. Saat ditanya lebih lanjut apakah pihaknya akan mencabut laporan-laporan ke Polresta Surakarta atas Sinuhun Pakubuwana XIII, ia tidak menjawab dengan pasti.

“Yang sudah-sudah kita lupakan. Yang penting sekarang bagaimana kita melangkah ke depan,” jawabnya.

Untuk diketahui, sejak Maret, konflik keraton merambah ke ranah hukum. Kedua kubu saling menuntut dan melaporkan ke aparat penegak hukum. Tim Lima bentukan Pakubuwana XIII melaporkan LDA melanggar cagar budaya dan memalsu tanda tangan.

Sementara LDA melaporkan Tim Lima dan Pakubuwana XIII atas perusakan benda cagar budaya. Anak Pakubuwana XIII, GKR Timur Rumbai Dewayani yang bergabung ke LDA pun sempat menggugat perdata ayahnya atas pembentukan Tim Lima alias Pancanarendra yang dituding cacat hukum.

“Kita sudah sama-sama tua. Kalau menuruti ego masing-masing, nggak akan selesai. Sekarang saatnya memikirkan masa depan Keraton,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Satgas Pancanarendra maupun penasehat hukum Pakubuwana XIII belum bisa dihubungi sampai saat berita ini ditulis.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge