0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sekolah Lima Hari, Akademisi: Jangan Lupakan Pendidikan Nonformal

Prof Dr Ravik Karsidi MS (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Rencana Pemerintah Pusat menerapkan lima hari sekolah mendapat tanggapan dari kalangan akademisi. Pemerintah diharapkan tidak mengidentikkan pendidikan dengan sekolah formal.

“Di Indonesia ini ada tiga macam lembaga pendidikan. Formal, nonformal, dan informal,” kata Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi, Kamis (15/6).

Ia mengatakan, Pemerintah tidak selayaknya memprioritaskan pendidikan formal dengan mengabaikan pendidikan lain. Ia yakin, dampak ke depan akan buruk bila Pemerintah terus mengabaikan lembaga pendidikan nonformal dan informal.

“Anggarannya nggak akan cukup kalau pendidikan hanya mengandalkan sekolah formal. Makanya yang lain ini juga harus mendapat perhatian yang sama,” kata dia.

Untuk diketahui, banyak kalangan khawatir penerapan sekolah lima hari bisa menekan perkembangan lembaga pendidikan nonformal maupun informal. Dengan jam belajar di sekolah yang semakin panjang, waktu bagi anak untuk mengenyam pendidikan di luar sekolah kian minim.

“Sekarang guru TPA (Taman Pendidikan Alquran), guru TK yang kebanyakan milik swasta semakin habis. Padahal mereka adalah bagian penting dari pendidikan karakter,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge