0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suku Bunga The Fed Naik, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Sri Mulyani (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, sebesar 0,25 persen menjadi di kisaran 1 persen sampai 1,25 persen. Sehingga kenaikan suku bunga The Fed tidak menimbulkan dampak yang signifikan bagi Indonesia.

“Faktor dari perkembangan kebijakan moneter dari global terutama federal reserved itu sudah dianggap sesuatu yang kita antisipasi. Kalau kenaikan 25 basis poin sudah diantisipasi sehingga kita berharap tidak memberikan dampak kejutan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (15/6).

Meski demikian, pemerintah tetap akan memperhatikan perkembangan ekonomi Amerika Serikat, sehingga perekonomian Indonesia tetap stabil.

“Kita lihat perkembangan ekonomi Amerika sehingga pola kenaikan itu akan tetap sama atau mereka akan lebih slowing atau lebih acselerating. Itu untuk kita antisipasi. Tapi kenaikan yang sekarang sudah antisipasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, kenaikan suku bunga ini akan langsung berdampak pada konsumen kartu kredit. Sementara, suku bunga kepemilikan rumah diyakini belum akan mengikuti.

Meski naik, kisaran suku bunga ini masih sangat rendah dibanding beberapa dekade terakhir. The Fed juga mengatakan mulai berencana menjual aset surat utangnya.

Keputusan kenaikan suku bunga ini diambil usai perekonomian AS dipandang membaik. Tingkat pengangguran turun ke 4,3 persen di Mei, atau di posisi terendah sejak 2001. Perekonomian telah membuka lapangan pekerjaan dalam 80 bulan terakhir.

Petinggi The Fed percaya tingkat pengangguran akan bertahan di 4,3 persen tahun ini dan 4,2 persen pada 2018. Petinggi The Fed juga memangkas proyeksi inflasi menjadi 1,6 persen tahun ini dari estimasi pada Maret lalu sebesar 1,9 persen.

“Kenaikan suku bunga The Fed menandakan terus menguat dan bertumbuhnya perekonomian AS,” ujar Head of Global Markets Citizens Bank, Tony Bedikian.

Petinggi The Fed memperkirakan akan sekali lagi menaikkan suku bunganya pada tahun ini. Di mana, hingga akhir tahun, mereka akan mengadakan rapat di Juli, September, Oktober, dan Desember.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge