0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apa Tanda Kentang Mulai Tidak Layak Dikonsumsi?

Foto kentang karya Kevin Abosch. (Dok: Timlo.net/ Smh.com.au)

Timlo.net—Kentang adalah salah satu makanan favorit. Beberapa orang suka kentang diolah menjadi makanan yang asin. Sementara yang lain suka kentang digoreng renyah. Kentang sekalipun kaya karbohidrat ternyata tidak menyebabkan kegemukan. Kentang juga mudah dicerna tubuh menjadi energi.

Tapi ada kalanya kentang tidak layak dikonsumsi dan berbahaya untuk kesehatan. Saat kentang tidak layak dikonsumsi, mereka mengandung racun saraf yang disebut solanine. Lantas bagaimana tandanya kentang tidak layak dikonsumsi?

Saat kentang menciut

Kentang biasanya dibeli dalam jumlah banyak dan digunakan dalam waktu yang lama. Akan tetapi, kita harus waspada jika kentang disimpan dalam waktu lama. Sayuran ini bisa berubah menjadi racun untuk tubuh. Bila disimpan dalam waktu lama, kentang akan menciut, berkerut dan lembek. Selain itu, bila kentang terpapar matahari saat disimpan, produksi solanine akan meningkat.

Saat kentang mengeluarkan tunas

Seringkali orang bingung apakah kentang bisa dikonsumsi atau harus dibuang bila mengeluarkan tunas. Tunas kentang memiliki kandungan solanine dan chaconine dalam jumlah tinggi. Keduanya adalah jenis racun glycoalkaloid yang bisa sangat berbahaya untuk sistem saraf. Tunas bisa tumbuh cepat pada kentang organik yang tidak dirawat dengan zat kimia.

Ada dua situasi saat kentang bertunas, yaitu saat mereka masih keras dan saat mereka mulai berkerut atau lembek. Bila tunas tumbuh saat kentang masih keras, tunas itu bisa dipotong dan kentang itu masih bisa dikonsumsi. Akan tetapi jika tunas tumbuh saat kentang berkerut atau lembek, lebih baik kentang itu dibuang.

Saat kentang menjadi kehijauan

Kentang yang berwarna kehijauan biasanya terpapar cahaya matahari. Kandungan solanine dalam kentang seperti ini tinggi. Akan tetapi, mungkin tidak seluruh bagiannya berbahaya. Cobalah potong bagian kentang yang berwarna hijau dan konsumsilah yang berwarna normal.

Sumber: Times of India.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge