0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Temuan Sel Mewah di Lapas, Kepala BNN: Mereka Leluasa

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengklaim bandar narkoba lebih leluasa bertransaksi dari dalam penjara. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya sel mewah yang dihuni bandar narkoba Haryanto Chandra di dalam lapas IA Cipinang, Jakarta Timur.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso menyebut keberadaan sel mewah bukanlah hal baru. Untuk itu, mantan Kabareskrim ini meyakini jika masih banyak lagi terdapat sel mewah lainnya.

“Kita juga temukan di lapas ada ini dan itu. Seperti di Sumut kita temukan bunker narkotika. Di Sumut pernah kita temukan brankas uang di dalam lapas dari hasil penjualan narkotika ada Rp 24 juta,” ujar Komjen Budi Waseso, Kamis (15/6).

“Itulah satu pembuktian kita bahwa di lapas itu mereka leluasa. Para pelaku atau bandar yang sudah melakukan pidana tapi leluasa menikmati hidup itu dengan mentransaksikan narkotika dari dalam lapas. Kita lihat kan ada ruangan khusus, ada Wi-Fi, ada token untuk transaksi, tempat tidur luar biasa, ruang makan luar biasa.”

Waseso menambahkan penggeledahan sel Haryanto Chandra diawali dari hasil pengembangan tangkapan kasus narkotika.

“Kita dari menangkap satu tersangka, ternyata ada hubungannya dengan jaringan (Haryanto Chandra) di lapas. Jaringan lapas itu sebenarnya sedang kita sidik TPPU-nya. Ternyata benar hasil monitoring kita, dia bekerja melakukan kegiatan.”

Dengan adanya hal tersebut, BNN langsung melakukan operasi intelijen untuk mendapatkan bukti-bukti yang kuat dengan adanya pemberian ruangan khusus terhadap Haryanto Chandra, termasuk fasilitas-fasilitas penggunaan CCTV untuk memantau aktivitas lapas di dalam.

“Sehingga kita bisa merekam, memfoto, dan mendokumentasikan kegiatan mereka. Dan hasil penelusuran TPPU oleh PPATK itu kita bisa mengetahui aliran dana yang dilakukan jaringan ini. Salah satunya Warga Negara Inggris itu udah lari kemana-mana tapi mengendalikan uang hasil penjualan narkotika di Indonesia,” tandasnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge