0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rektor UNS : Pemohon Bidik Misi Tidak Perlu Kawatir

Rektor UNS Ravik Karsidi (tyo eka)

Solo – Pemohon bea siswa Bidik Misi yang lolos seleksi masuk UNS tahun 2017 ini membludak. Tetapi mahasiswa baru UNS pemohon bea siswa Bidik Misi tidak perlu kawatir tidak kebagian bea siswa.

“Pak Menteri sudah mengatakan jangan tergantung pada kuota, tetapi yang penting memenuhi syarat Bidik Misi. Yang memenuhi syarat diterima, ya diterima. Kalau kuotanya kurang, maka Universitas bersangkutan bertanggung jawab mencarikan. Mencarikan solusi maksudnya,” ujar Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Ravik Karsidi, Rabu (14/6).

Terkait pemohon bea siswa Bidik Misi di UNS, bila lebih banyak dari kuota, menurut Ravik, UNS telah memiliki solusi meskipun tidak musti beasiswa Bidik Misi. Diantaranya, karena UNS sudah memiliki banyak usaha, dan UNS sendiri juga memiliki 24 skema bea siswa.

Selain itu, alumni dimana tahun 2016 kemarin berhasil mengumpulkan dana hingga sebanyak Rp 2,5 Miliar. Salah satunya untuk disalurkan sebagai bea siswa. Sehingga tidak ada masalah terkait mereka yang membutuhkan bea siswa. Termasuk pemohon bea siswa Bidik Misi ketika mengetahui kuota Bidik Misi kurang misalnya, tidak perlu bersedih atau kawatir.

“Yang penting bagi pemohon beasiswa Bidik Misi jujur. Artinya ketika dilakukan verifikasi agar mengungkapkan sejujurnya. Kalau tidak berhak, jangan mengajukan. Karena bea siswa Bidik Misi memang diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak mampu,” ujar Rektor UNS.

Berdasarkan data, pemohon bea siswa Bidik Misi yang berhasil lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 UNS, tercatat ada 911 orang. Data tersebut belum termasuk mereka pemohon Bidik Misi dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 UNS. Padahal kuota Bidik Misi UNS tahun 2016 kemarin ada sekitar 1.300 orang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge