0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mangkunegoro Minta Revitalisasi PG Colomadu Dihentikan

Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran (TPAM), saat jumpa pers di kompleks Puro Mangkunegaran, Rabu ( 14/6) (timlo.net/heru gembul)

Solo — Sri Paduka Mangkunegoro IX meminta rencana pembangunan revitalisasi eks Pabrik Gula (PG) Colomadu dihentikan. Hal ini terkait permasalahan aset domain Mangkunegaran (DMN) yang kini dikuasai oleh pihak PT Perkebunan Negara IX. Mangkunegoro merasa perlu untuk membicarakan hal riwayat kepemilikan aset yang akan dibangun oleh 9 BUMN sejak 9 April lalu.

“Kami telah mendapatkan undangan dari Presiden melalui Mensesneg, untuk bertemu sejumlah pihak untuk bisa menjelaskan tentang sisi sejarah yang bersinggungan dengan Mangkunegaran mengenai eks Pabrik Gula Colomadu. Undangan ini adalah respon dari presiden atas surat yang kami kirimkan kepada Mensesneg, beberapa waktu lalu,” kata Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran (TPAM), Didik Wahyudiono dalam jumpa pers di kompleks Puro Mangkunegaran, Rabu ( 14/6).

Sebelumnya, pihak TPAM juga telah mengirimkan surat kepada Bupati Karanganyar, Kementerian BUMN dan PTPN IX, untuk menyamakan persepsi atas kepemilikan aset tersebut. Namun selama ini tidak ada tanggapan dari pihak-pihak yang bersinggungan.

“Dalam pertemuan itu hadir pula sejumlah pihak. Seperti PTPN IX, Kementerian BUMN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Bupati Karanganyar Juliatmono selaku pemangku wilayah, dan BPN Karanganyar serta kami sebagai kuasa dari Mangkunegoro IX. Sayangnya pertemuan itu tetap tidak menemukan titik temu,” tambah ketua TPAM Alqaf Hudaya.

Perbedaan pendapat yang mencolok adalah sebab PTPN IX selaku pengelola eks PG Colomadu merasa sudah memiliki sertifikat sejak 2014. Selain itu mereka mendapatkan mandat dari Kementerian BUMN untuk mengelola lahan tersebut. Sedangkan Mangkunegoro juga memiliki dokumen kepemilikan berupa DMN.

“Sri Paduka Mangkunegoro meminta kegiatan revitalisasi dihentikan sementara, sambil menunggu forum lanjutan yang akan digelar, sesuai dengan usulan dari Bupati Karanganyar selaku pemangku daerah,” kata dia.

TPAM mengatakan bahwa pihaknya diberikan mandat untuk menyelesaikan sejumlah masalah dan menginventaris aset-aset yang dimiliki Mangkunegaran sejak masih berdiri sebagai Swapraja.

“Kita perlu memperjelas riwayat kepemilikan ini. Pada 20 Juli mendatang, Sri Paduka Mangkunegoro IX akan memberikan palilah kepemilikan sejumlah aset tanah di Desa Blumbang, Tawangmangu kepada petani yang sudah menempati secara turun temurun,” lanjut dia.

Untuk diketahui Kementerian BUMN melalui sindikasi 9 BUMN untuk menyulap eks PG Colomadu yang didirikan oleh Sri Paduka Mangkunegoro IV pada 1861 itu, menjadi pusat ekshibisi seni budaya di Jawa Tengah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge