0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemensos Gandeng Pemkot dan Lottemart Bangun Shelter Penyandang HIV

Direktur Rehabilitasi Sosial, Tunasosial dan Korban Perdagangan Orang, Kemensos, Sonny W. Manalu bersama Sekretaris Daerah Solo, Budi Yulistianto saat memberi keterangan kepada wartawan di Balaikota Solo, Rabu (14/6). (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Kementerian Sosial mendukung penuh rencana pembangunan rumah singgah untuk Orang atau Anak Dengan HIV Aids (ODHA/ADHA) di Solo. Pembangunan rumah singgah tersebut diharapkan dapat menekan jumlah penyandang HIV AIDS di Solo. Pengerjaan rumah singgah akan melibatkan Pemerintah Pusat, Kota Solo, dan swasta.

“Kami harapkan dengan adanya rumah singgah ini tidak ada lagi anak postif HIV AIDS yang terlantar,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial, Tunasosial dan Korban Perdagangan Orang, Kemensos, Sonny W. Manalu saat ditemui wartawan di Balaikota Solo, Rabu (14/6).

Pembangunan rumah singgah alias shelter diharapkan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Rumah singgah direncanakan dapat menampung 30 ODHA/ADHA. Tak hanya sebagai tempat tinggal, nantinya Kemensos menyokong dan mendampingi pengelolaan shelter yang akan dibangun sekitar Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Jurug itu.

“Tidak hanya rumah saja. Ada standar yang sudah kita tetapkan. Misalnya harus ada tempat tidur, aula, tempat bermain, wahana hiburan, dapur, dan lain sebagainya,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo menyiapkan lahan sekitar 2000 meter persegi untuk pembangunan rumah singgah. Sonny menambahkan pembangunan rumah melibatkan Lottemart sebagai penyandang dana pembangunan fisik. Sementara Kemensos akan menyiapkan fasilitas pendukung dan pendampingan dalam mengelola rumah singgah.

“Ada tiga cara Kemensos turut serta. Dengan menggalang dukungan pemerintah daerah, mendorong partisipasi masyarakat, dan membantu dengan anggaran kementerian,” kata dia.

Terpisah, Store General Manager Lottemart, Siti Partimah menyatakan pihaknya menyiapkan dana hingga sebesar Rp 600 Juta untuk pembangunan fisik rumah singgah. Setelah dibangun, pengeloaan akan diserahkan kepada Yayasan Lentera yang selama ini fokus menangani ADHA/ODHA. Ia berharap proses pembangunan bisa segera terlaksana agar ADHA/ODHA di Solo mendapat penanganan yang lebih baik.

“Sampai sekarang di Solo belum ada fasilitas permanen. Kami harap program ini segera terlaksana,” kata dia.

Direktur Rehabilitasi Sosial, Tunasosial dan Korban Perdagangan Orang, Kemensos, Sonny W. Manalu bersama Sekretaris Daerah Solo, Budi Yulistianto saat memberi keterangan kepada wartawan di Balaikota Solo, Rabu (14/6).

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge