0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bocah Asal Kediri Ngaku Disunat secara Gaib

Abimanyu Atha Kirana (pakai baju hitam) (merdeka.com)

Timlo.net – Kabar seorang bocah berusia lima tahun dikhitan ‘secara gaib’ menggegerkan warga Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Seorang anak mendadak jadi bahan pembicaraan karena mengalami kejadian aneh. Kemaluannya tiba-tiba sudah terkhitan tanpa proses medis.

Dialah Abimanyu Atha Kirana (5). Orangtuanya meyakini Bima dikhitan oleh makhluk gaib dari bangsa jin.

Menurut penuturan Ibunya Zulitya, peristiwa aneh itu terjadi, Minggu (11/6) sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu, Bima duduk di atas sepeda motor ayahnya yang terparkir di bawah pohon kersen depan rumah. Sementara sang ibu duduk di sebelahnya.

Tiba-tiba sang anak mengadu karena merasa kemaluannya seperti digigit semut. Seketika bocah yang kini masih duduk di bangku sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut berlarian ke tempat ibunya.

“Dia mengaku kemaluannya seperti digigit semut. Sewaktu saya periksa sudah dalam keadaan terkhitan. Sungguh aneh. Tidak ada bercak darah dan anaknya tidak merasakan sakit setelahnya,” ujar Zulitya.

Tak percaya dengan hal ganjil yang dialami putranya, Zulitya bersama suaminya Hendrik Kristawanto kemudian memanggil mantri setempat untuk memeriksa kemaluan anaknya. Ternyata pihak medis memastikan bahwa Bima sudah disunat.

“Menurut pak mantri yang sudah memeriksanya, kemaluan Bima sudah terkhitan. Kami bersyukur karena sudah tidak perlu khitan lagi. Hanya diminta untuk mengolesi minyak goreng sewaktu malam supaya bekasnya segera pulih,” ujar ibu dua anak ini.

Kejadian aneh yang dialami bima mengundang rasa penasaran warga setempat untuk datang melihat secara langsung. Sementara pihak keluarga merasa bersyukur, karena anaknya tidak perlu sunat lagi. Mereka percaya bahwa kejadian aneh yang dialami putranya tersebut sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami percaya ini kehendak Allah. Oleh karena itu, setelah kejadian itu saya langsung membuat jenang merah kalau istilah adat Jawa jenang sengkolo. Saya bagi-bagikan ke tetangga sebagai wujud syukur dan doa supaya anak saya serta keluarga dijauhkan dari segala bahaya,” ucapnya.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge