0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Risma Menolak Dicalonkan Gubernur Jatim, Ini Alasannya

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Walikota Surabaya¬†Tri Rismaharini menolak diri dicalonkan oleh PDI Perjuangan untuk maju di Pilgub Jawa Timur 2018. Walaupun dalam berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, posisi elektabilitasnya bersaing ketat dengan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Memalui Didik Prasetiyono, mantan juru bicara Tim Kampanye Risma-Whisnu di Pilwali 2015 lalu, Risma bersikukuh untuk tidak mengambil formulir pendaftaran calon gubernur/calon wakil gubernur di kantor DPD PDIP, Jalan Kendangsari Industri, Surabaya.

Didik mengatakan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri telah memberi arahan agar Risma menjalankan mandatnya sebagai Walikota Surabaya, jika memang sama sekali tidak menginginkan jabatan gubernur maupun wakil gubernur.

“Ibu (Risma) tidak maju,” kata Didik, di Surabaya, Selasa (13/6).

Sementara Sekertaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno mengatakan, keputusan Risma menolak maju itu sah-sah saja.

“Terkait dengan Bu Risma, saya kira sampai hari ini, beliau menyatakan, kemarin saya baca di media bahwa: Aku gak nyalon rek, Bu Mega sudah memilih yang lain, tidak memilih saya. Beliau kan sudah berstatement seperti itu. Itu sah-sah saja disampaikan Bu Risma selaku kader,” jelasnya.

Sri Untari yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini juga mengaku bangga dengan semua kader PDIP, yang masuk menjadi top survei oleh beberapa lembaga. Salah satunya Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia yang pada Minggu lalu (11/6), merilis hasil surveinya tentang Pilgub Jawa Timur 2018.

Hasil survei itu menyebut, nama Risma menjadi pesaing berat Gus Ipul, sebagai calon incumbent. Elektabilitas Risma berada di urutan kedua: 9,7 persen di bawah Gus Ipul (13,1 persen). Sementara Khofifah, 5,8 persen.

“Dan kita berterima kasih pada masyarakat bahwa ternyata kader-kader PDI Perjuangan mendapatkan tempat yang cukup baik di hati masyarakat, mulai dari Bu Risma, kemudian Pak Anas (Bupati Banyuwangi), Pak Eddy Rumpoko (Walikota Batu), Pak Kusnadi, ada namanya di situ, yang tadi saya lihat dari 24 nama itu di dalamnya ada empat nama kader PDI Perjuangan,” tandasnya. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge