0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggota Fraksi PDIP Demo di Depan DPRD, Ada Apa?

Aksi demo anggota Fraksi PDI Perjuangan di depan DPRD Kota Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Belasan anggota Fraksi PDI Perjuangan menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Kota Solo, Selasa (13/6) siang. Dalam aksinya, mereka menuntut terkait kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dibidang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan secara online. Disisi lain, aksi tersebut juga untuk mengkritisi kebijakan dari Kementerian Pendidikan yang mewacanakan sekolah lima.

“Akibat kebijakan Gubernur, banyak warga miskin di Kota Solo terancam tidak dapat sekolah,” terang Ketua Fraksi PDI Perjuangan, YF Sukasno dalam aksi tersebut.

Menurut Sukasno, kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah tidak mempertimbangkan pentingnya kebijakan sekolah bagi semua anak. Khususnya anak dari kalangan keluarga miskin. Nilai mereka yang minim, mengakibatkan anak dari keluarga miskin terancam masuk sekolah swasta. Padahal, untuk bertahan hidup sehari-hari saja mereka sudah susah.

Tak hanya itu, lanjutnya, bantuan yang diberikan kepada anak tidak mampu juga tak menyasar sempurna. Pemprov menggunakan acuan data Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2011. Padahal, data KIP harus diperbarui setiap tahun sekali.

“Kami mohon bapak Gubernur untuk meninjau ulang kebijakan yang diberlakukan,” terang Sukasno.

Sementara, terkait kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Sukasno berpendapat perlu dikaji ulang. Menurutnya, karakteristik wilayah di Indonesia berbeda-beda dan tidak dapat disama ratakan.

“Di Jawa Tengah saja antara Solo dan kawasan lain sudah berbeda. Apalagi, dengan yang ada diluar Jawa,” katanya.

Dalam aksi demo tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan juga membawa sejumlah poster bertuliskan “Warga miskin butuh sekolah”, “Sekolah untuk semua anak”, “Tolak lima hari sekolah”, “Setiap warga negara berhak sekolah”, “Aku kudu piye”.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge