0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyelundupan 199 Ekor Trenggiling Digagalkan

Aparat TNI AL menunjukkan barang bukti penyelundupan trenggiling (merdeka.com)

Timlo.net – TNI AL menggagalkan penyelundupan 1 ton tenggiling dari satu gudang di Medan. Satwa dilindungi itu diketahui akan diselundupkan ke Malaysia.

“Sekitar 1 ton tenggiling ini diamankan t gabungan WFQR (Western Fleet Quick Respone) Lantamal I dan Tim Libas Dispamal (Dinas Pengamanan TNI Angkatan Laut) Mabes AL Jakarta dari kawasan Pergudangan 77 Titi Papan, Jalan Yos Sudarso, Medan Belawan, Senin (12/6) malam,” kata Kadispen Lantamal I, Mayor Laut Sahala Sinaga, Selasa (13/6).

Penggerebekan gudang itu diawali dengan penyelidikan dan pengintaian yang dilakukan tim gabungan. Mereka bergerak setelah memastikan adanya kegiatan untuk melakukan penyeludupan tenggiling di lokasi itu.

Tim gabungan melakukan penggererebekan sekitar pukul 19.30 WIB.

“Sempat terjadi perlawanan dari beberapa orang pelaku yang merupakan pekerja. Mereka mengunci semua pintu gudang dari dalam. Namun, tim berhasil masuk dengan mendobrak pintu gudang,” papar Sahala.

Di dalam gudang, tim menemukan 199 ekor tenggiling dalam keadaan hidup, 24 ekor sudah mati, 5 karung besar kulit tenggiling basah, serta 4 karung besar kulit tenggiling kering.

“Total terdapat 223 ekor tenggiling plus 5 karung kulit basah dan 4 karung kulit kering. Beratnya kurang lebih 1 ton,” jelas Sahala.

Tim gabungan juga mengamankan 2 pelaku yang disinyalir merupakan pekerja dalam bisnis ilegal itu. Keduanya yakni Sudirman alias Aeng (43), warga Titi Papan, Medan, dan Ermanto (43) warga Kota Stabat, Langkat.

Berdasarkan penyelidikan, para pelaku mengambil tenggiling dari wilayah Kota Binjai, Langkat dan Jambi. Rencananya, satwa dilindungi itu akan diselundupkan ke Malaysia melalui jalur laut. Pelaku menyatakan nilai keseluruhan tenggiling itu mencapai Rp 2,5 miliar

“Menurut keterangan pelaku, tringgiling itu akan diselundupkan ke Malaysia lewat jalur laut. Kulit trenggiling itu akan diolah menjadi bahan pembuatan sabu-sabu,” jelas Sahala.

Saat ini batang bukti dan kedua pelaku telah diamanakan di Pomal Lantamal I. Petugas masih melakukan pengembangan sekaligus mencari pelaku lain dalam sindikat penyelundupan tenggiling ini.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge