0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Penyebab Wereng Kian Ganas Menyerang Tanaman Padi

Penyemprotan pestisida di sawah terpapar wereng di Jaten (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) mengganas diduga akibat populasi tak seimbang di ekosistem sawah. Musuh alami wereng tak lagi terlihat seperti burung dan serangga.

Burung dan serangga pemakan wereng sudah jarang terlihat karena diburu manusia untuk konsumsi. Ledakan populasi wereng disebabkan kondisi alam yang tidak seimbang. Sebenarnya wereng itu ada sepanjang waktu. Kalau populasinya meledak, pasti ada populasi spesies lain yang berkurang. Sebenarnya hanya butuh keseimbangan saja untuk mengontrol,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo kepada Timlo.net, Selasa (13/6).

Pihaknya kembali menggencarkan cara alami menekan populasi wereng dengan membudidayakan agen hayati. Ia sedang menginventarisasi daftar musuh alami wereng dari spesies serangga maupun burung. Kemudian meminta petani dibudidayakannya di sawah. Selain itu, petani disarankan menanam tumbuhan pengganti padi yang disukai wereng seperti kenikir dan tapak doro.

“Perhatian wereng akan teralihkan ke kenikir dan tapak doro daripada tumbuhan padi,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, WBC menyerang 1.600 hektare sawah di 17 kecamatan. Paling kentara di Mojogedang, Jaten, Colomadu dan Tasikmadu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge