0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Salah Tandatangani Piagam, Ini Klarifikasi Kepala Sekolah

Piagam lomba milik FRK yang dinyatakan tidak sah (kiri). Setelah klarifikasi, pihak sekolah penyelenggara lomba mengganti piagam baru (kanan). (foto: Heru)

Solo – Seorang kepala sekolah diduga lalai dalam memberikan tanda tangan sertifikat piagam lomba. Karena dinyatakan tidak sah oleh petugas Dinas Pendidikan saat legalisir, piagam tersebut tidak bisa dikonversi untuk menambah poin siswa dalam pendaftaran peserta didik baru di tingkat SMA.

Penyelenggara lomba mengklarifikasi hal tersebut. Kepala sekolah SMA Negeri 1 Solo, Dra Harminingsih Mpd mengaku peristiwa salah tanda tangan adalah kesalahan anak-anak didiknya yang menjadi panitia lomba Palang Merah Remaja (PMR) Chreaphoria.

Ia mengklaim, hanya salah menandatangani satu piagam saja, yakni milik FRK, siswa SMP di Solo yang lulus tahun ini. Dia menduga bisa salah, karena pada saat tanda tangan ada dua jenis piagam yang menumpuk di meja kerjanya. Karena pada saat itu (Chreaphoria 2016-red), pihaknya menyelenggarakan beberapa lomba sekaligus dalam satu rangkaian kegiatan.

Untuk lomba inti, panitia menyediakan piagam yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati. Namun untuk lomba pendamping, pihak penyelenggara menyediakan piagam yang ditandatangani oleh kepala sekolah.

“Chreaphoria itu lomba Palang Merah Remaja (PMR), dalam perlombaan tersebut ada beberapa kriteria lomba, diantaranya adalah lomba inti dan lomba pendamping. Lomba inti yakni lomba yang berhubungan langsung dengan ilmu kepalangmerahan, sedangkan lomba pendamping adalah lomba yang sifatnya hanya untuk memeriahkan lomba saja,” kata Harminingsih, baru-baru ini.

Hermin mengatakan lomba yang dimenangkan oleh FRK adalah lomba pendamping, yakni lomba menghias payung. Karenanya FRK mendapatkan piagam yang bertandatangan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Solo.

“Itu kegiatannya anak-anak. Ya memang ada yang salah (cetak), dan saat itu saya menandatangani banyak piagam, jadi mungkin ada yang terselip dan tidak sengaja saya tandatangani. Nah seharusnya anak ini mengkonversikan piagamnya ke SMA Negeri 1 Solo,” terang dia.

Meski begitu pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo. Selain itu pihaknya juga telah berupaya menyelesaikan permasalahan ini dengan pihak FRK dengan mengganti piagam yang lama dengan piagam yang baru.

“Semuanya sudah kita selesaikan dengan baik. Ke dinas kami sudah laporkan, juga kepada orang tua anak juga sudah kita jelaskan dan sudah kami ganti (piagam),” katanya.

Persoalan ini mencuat setelah siswa FRK berupaya untuk mengkonversi piagam miliknya menjadi poin untuk menambah nilai yang akan digunakan untuk PPDB online. Namun piagam ini ditolak oleh Dinas Pendidikan, dengan alasan tandatangan yang tertera di piagam dengan nama yang tertera dibawahnya tidak cocok.

Dinas pendidikan menyebut bahwa piagam itu adalah palsu. Tanda tangan yang ada di piagam tersebut ternyata identik dengan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Solo, Harminingsih.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge