0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Cara Mengantisipasi Longsor di Empat Jalur Alternatif Mudik

Pemasangan rambu peringatan longsor di jalur alternatif mudik (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mengambil langkah antisipasi jatuh korban di empat ruas jalan alternatif mudik rawan longsor. Diantaranya memasang rambu peringatan dan menyiagakan sukarelawan kebencanaan.

“Di Ganoman-Matesih sedang dipasang tanda peringatan awas longsor oleh teman-teman relawan. Di sana alternatif menuju ke Tawangmangu dari jalan utama Karangangar-Karangpandan. Bukit Ganoman memang sering tiba-tiba longsor kecil. Semoga pada arus mudik kali ini, semua pengguna jalan bisa lebih waspada dengan memperhatikan tanda peringatan yang dipasang,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko kepada Timlo.net, Minggu (11/6).

Jalur Ganoman-Matesih merupakan salah satu rute alternatif mudik rawan longsor selain Banjar Buntung-Karangpandan, Jenawi-Sragen dan jalan tembus Tawangmangu-Sarangan. Bambang mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menjanjikan penambahan material jalan di ruas Jenawi-Sragen, tepatnya di Desa Trengguli. Di satu ruas jalan tersebut, aspalnya menyembul karena terdesak pergerakan tebing.

Sedangkan di jalan tembus Tawangmangu-Sarangan, perkuatan talud dijanjikan rampung sebelum lebaran oleh bina marga provinsi Jawa Tengah. Terkait potensi longsor di Banjar Buntung-Karangpandan, Bambang mengatakan masyarakat setempat teredukasi dengan baik apa yang harus diperbuat.

“Mitigasi bencana sudah dilakukan di Banjar Buntung. Saat arus mudik nanti, potensi sukarelawan dikerahkan membentuk posko kebencanaan di area rawan longsor. Khususnya di jalur alternatif mudik. Seperti dua titik di Tawangmangu, yakni terminal dan Cemoro Kandang. Rambu awas longsor juga dipasang di titik-titik tersebut,” kata Bambang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge