0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Temuan Daging Celeng, Satgas Anti Mafia Pangan Semakin Waspada

Daging celeng yang berhasil diamankan Polresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Ketua Satgas Anti Mafia Pangan Polresta Solo, AKBP Andy Rifai terus menajamkan penglihatannya terkait dengan barang ilegal yang masuk ke Kota Bengawan. Banyaknya barang haram yang masuk ke Solo ini bisa diindikasi dengan temuan 1,5 Ton daging Celeng yang dikirim masuk ke Solo.

“Dengan temuan daging Celeng kemarin itu, kita tentu semakin waspada, jangan sampai daging ilegal ini bisa sampai jatuh ke tangan konsumen,” papar Andy yang juga menjabat sebagai Wakapolresta Solo, Sabtu (10/6).

Secara berkala pihaknya bergandeng tangan dengan dinas perdagangan dan dinas pertanian untuk memberantas oknum yang memanfaatkan kondisi lebaran untuk mencari untung dengan cara tidak sah. Beberapa pasar tradisional dan distributor makanan tak luput dari perhatian pihak kepolisian.

Selain daging, Satgas Mafia Pangan juga mengawasi kenaikan harga dan distribusi bahan pokok, seperti Gula dan Minyak. Beberapa waktu sebelum memasuki bulan Ramadan bahkan pihak Satgas telah menggelar operasi mendadak ke beberapa pasar tradisional.

“Yang jelas kita selalu merespon laporan dari masyarakat, kita mengolah dan menindaklanjuti semua laporan yang ada, jika memang ada temuan yang meresahkan, kita hadir,” kata Andy.

Selain barang ilegal, Satgas ini juga berfungsi untuk menggasak kartel dan penimbun barang, yang bisa mempengaruhi harga bahan kebutuhan pokok.

Sementara Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengapresiasi temuan daging ilegal ini. Dirinya mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang yang keluar maupun masuk kota Solo.

“Kita tetap melakukan pantauan, tetapi tidak secara langsung. Supaya masyarakat juga tidak panik, dan harga tetap stabil,” kata dia.

Seperti diberitakan jajaran Satreskrim Polresta Solo menyita 1,5 ton daging Celeng dari Kawasan Kampung Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Jumat (9/6) kemarin. Diduga, daging celeng ini akan dijadikan campuran makanan olahan jenis bakso atau dendeng.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pemilik daging, dirinya mengaku bahwa daging tersebut dibeli seharga Rp 8 ribu per kilogram. Sedangkan, pemilik daging berencana menjual dengan harga Rp 25 ribu per kilogram. Daging tersebut akan diedaran ke beberapa lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur,seperti Ponorogo, Magetan dan Wonogiri.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge