0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Populasi KIjang di Gunung Lawu Menyusut

Pembantaian rusa hutan Gunung Lawu menyisakan tulang belulang berserakan (dok.timlo.net/ist)

Karanganyar – Pasca dugaan aksi pembantaian kijang di hutan Gunung Lawu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah bakal menghitung dan memetakan keberadaan populasi satwa dilindungi yang masih tersisa di kawasan konservasi itu.

“Sebetulnya itu wilayah Perhutani. Namun ada banyak hewan dilindungi hidup di sana. Jadi untuk bisa menghitung dan memetakan persebarannya, kami akan berkoordinasi dengan instansi tersebut,” kata Kepala BKSDA Jawa Tengah, Titi Sudaryanti kepada Timlo.net, kemarin.

Meski belum mengetahui jumlah pasti kijang, namun dengan pembantaian satwa itu oleh kelompok tak bertanggungjawab dipastikan populasinya terancam punah. Dikatakannya, hanya lembaga konservasi saja yang boleh memelihara satwa dilindungi, misalnya TWA Grogogan Sewu yang mengoleksi berbagai satwa burung.

Ancaman populasi kijang disampaikan pula salah seorang sukarelawan candi cetho (Reco), Eko Supardi Memora. Menurutnya, sudah tak lagi sering terlihat kawanan kijang di Gopakan Menjangan. Daerah itu merupakan padang rumput sabana di pos lima jalur pendakian menuju puncak.

“Paling kalau terlihat hanya satu atau dua ekor. Jarang sekali sampai kelompok besar,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge