0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PT KAI : Membuat Gorong-gorong di Bawah Rel Kereta Dilarang UU

ilustrasi (merdeka.com)

Solo — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan tidak bertanggung jawab terkait rencana pembangunan saluran drainase di bawah jalur kereta api di Jalan Slamet Riyadi. Sesuai Undang-undang, pembangunan di sekitar jalur kereta api tidak diperkenankan.

“Di undang-undang sudah diatur dengan jelas. Apalagi kalau sampai membuat gorong-gorong jelas dilarang. Tapi kalau Menteri Perhubungan mengijinkan, itu tanggung jawab pemerintah. Bukan PT KAI,” ungkap Humas PT KAI Daerah Operasi VI/Yogjakarta, Eko Budianto, Kamis (8/6).

Merujuk Pasal 179 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang baik langsung maupun tidak langsung dapat mengakibatkan pergeseran tanah di jalur kereta api. Hal itu diyakini mengganggu bahkan membahayakan perjalanan kereta.

Sampai saat ini, frekuensi perjalanan kereta di jalur yang menyusuri Jalan Slamet Riyadi itu memang masih sedikit. Hanya KA Batara Kresna jurusan Solo Wonogiri PP enam kali sehari. Sesekali, kereta wisata Jaladara. Namun ke depan, PT KAI berencana meningkatkan frekuensi Batara Kresna yang kini masih berstatus jalur rintisan.

“Kalau memang mau membangun (saluran drainase), kami harapkan segera ada koordinasi. Karena pasti perjalanan di sana akan terganggu,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo berencana membuat saluran terusan yang menghubungkan drainase di Jalan Dr Supomo ke saluran di bawah city walk. Selama ini, saluran Dr Supomo mengalir ke Barat melalui saluran di Utara Slamet Riyadi menuju saluran lebih besar di Jalan Bhayangkara. Banyaknya belokan diyakini menyebabkan genangan di kawasan Sriwedari setiap kali hujan deras.

“Akan kita rekayasa supaya dari Dr Supomo langsu ke city walk ke arah timur. Nanti terhubung dengan saluran di bawah tanah di Jalan Gatot Subroto,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Solo, Arif Nurhadi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge