0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Peringatan Keras Bupati kepada Nelayan WGM

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Pemkab Wonogiri memberikan “warning” keras bagi nelayan Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang selama ini melakukan penangkapan ikan dengan alat ilegal (branjang). Bahkan Bupati Joko Sutopo mewanti-wanti, jika peringatan itu tidak diindahkan, maka pemerintah bersama aparat penegak hukum bakal memberikan tindakan tegas.
“Sesuai aturan yang ada dari Kementerian Kemaritiman, ada aturan ketentuan yang berlaku, yang mengatur nelayan yang memanfaatkan obyek yang ada. Jadi saya harap, mari kita bersama-sama menjaga ekosistem perairan WGM ini,” papar Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kamis (8/6).
Dia menyebut, paska dirinya dilantik sebagai Bupati, branjang yang bertebaran di beberapa wilayah perairan WGM pernah ditertibkan, bahkan saat itu dirinya terjun langsung menggaruk branjang yang ada diperairan WGM, seperti di wilayah Kecamatan Eromoko, Wuryantoro, Baturetno dan Nguntoronadi. Namun demikian, seiring waktu berjalan, masih banyak nelayan yang menabrak aturan, dengan masih membentangkan branjang atau alat tangkap ilegal.
“Ya kalau dengan branjang, ikan yang ukurannya kecil-kecil semua tertangkap, kan ini membuat populasi ikan tertentu tidak berkembang dan bisa punah. Kalau sudah punah, nelayan kehilangan mata pencahariannya. Tak masalah kalau ada anggapan, tindakan saya ini sebagai pencitraan. Yang jelas kami ini serius,” tegasnya.
Pada prinsipnya, pemerintah tidak akan melarang ketika ada nelayan yang membentangkan alat tangkap ikan, namun alat tersebut bukan termasuk dalam illegal fishing.
“Saya beri waktu satu minggu untuk nelayan branjang dikukuti. Jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas, apa tidak perih kalau nelayan ini ada yang berhadapan dengan aparat penegak hukum,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge