0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aborsi Janin Sendiri, Remaja Ini Diamankan Polisi

Remaja 23 tahun nekat aborsi kandungan (merdeka.com)

Timlo.net — Remaja berinisial R (23) diamankan anggota polisi sektor Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (18/5) lalu. R diamankan kepolisian karena diduga melakukan aborsi seorang diri terhadap janin dikandungnya.

“Awalnya tersangka R (23) ini, menjalin hubungan gelap dengan seorang pria berinisial DK, setelah beberapa bulan tepatnya bulan Maret 2017 tersangka melakukan pemeriksaan dengan testpack setelah sebelumnya dia merasa aneh belum datang bulan, hasilnya dia positif hamil,” kata Kapolsek Cilincing Jakarta Utara Kompol Ali Zusron di Mapolsek Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (30/5).

Barang bukti berupa bahan kain pembungkus jenazah janin dan sebungkus obat bermerk Gastrul disita saat mengamankan R. Pelaku mengaku melakukan aborsi setelah teman kencannya DK tak bersedia bertanggungjawab.

Kasus aborsi tersebut terungkap setelah salah satu saksi berinisial MSA (31) serta teman kencan R yang lain berinisial KS (23). KS inilah akhirnya membantu karena merasa iba terhadap R.

“Dia tidak mengetahui kalau tersangka sedang hamil dan KS juga sempat berhubungan intim dengan tersangka ini tetapi dia tidak tahu kalau di alat kelamin tersangka sudah dimasukan obat untuk aborsi. Nah seorang security yang mencurigai tersangka membawa bungkusan plastik berwarna merah yang ternyata di dalamnya ada janin kemudian melaporkan ke Polsek Cilincing bersama dengan pelaku,” kata dia.

Ali mengatakan, pihaknya telah mengantongi indentitas teman kencan tersangka yang pertama berinisial DK. R saat ini sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui keberadaan DK.

“Untuk sementara kita masih dalam tahap penyelidikan untuk mencari keberadaan teman kecannya yang pertama ini. Kesulitan bagi kami karena mereka berkenalan melalui medsos, sedangkan pelaku sendiri tidak mengetahui di mana DK tinggal,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersangka R (23) dikenakan pasal 77A ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal Pasal 194 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge