0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebijakan Satu Harga BBM, Pertamina Tombok

(merdeka.com)

Timlo.net – Kebijakan satu harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina di seluruh Indonesia memaksa perusahaan itu mengeluarkan biaya tambahan. Pertamina harus menanggung biaya distribusi agar BBM bisa satu harga. Celakanya, biaya distribusi membengkak lantaran keterbatasan infrastruktur.

“Ngangkutnya sulit, ada yang pakai pesawat khusus. Ongkosnya saja misalnya ke perbatasan Kalimantan itu mencapai Rp 38 ribu per liter,” kata Direktur Pengolahan Pertamina Toharso saat media gathering, Jakarta, Senin (8/5).

Secara keseluruhan, Pertamina harus menanggung biaya distribusi sekitar Rp 2 triliun per tahun. Biaya tersebut menggerogoti keuntungan Pertamina lantaran tak lagi dimasukkan sebagai komponen pembentuk harga BBM.

“Ini uangnya Pertamina bukan subsidi. Otomatis akan menggerus laba,” katanya.

Menurutnya, Pertamina harus menyetarakan harga BBM di 145 daerah di Indonesia. Salah satu kendala, Pertamina kesulitan mencari mitra untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah terpencil

“Mungkin, pada 2019, BBM satu harga di semua daerah.

[yud]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge