0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pelanggaran Imigrasi Didominasi Overstay dan Ijin Tinggal

(foto: Setyo)

Solo – Tingginya pelanggaran mengenai keimigrasian menjadi perhatian serius Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, semua stakeholder dan masyarakat diminta untuk dapat saling bersinergi dalam melakukan pengawasan kepada orang asing yang ada di Indonesia.

“Meningkatnya jumlah pelanggaran ini ada dua faktor, yang pertama karena kejahatan itu sendiri yang bertambah dan kedua karena keaktifan dari petugas imigrasi dalam melakukan pengawasan,” ujar Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ronny F Sompie kepada wartawan, Sabtu (29/4).

Menurutnya, dari total pelanggaran imigrasi yang ditemukan lebih didominasi oleh pelanggaran over stay dan ijin tinggal. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pengawasan dan menjaga kedaulatan, pihaknya berharap adanya sinergisitas dari semua stake holder dari pusat hingga daerah dan masyarakat itu sendiri.

“Karena masalah ini tidak bisa hanya diserahkan sepenuhnya kepada petugas imigrasi saja. Tapi harus bersama-sama saling menjaga untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Sementara itu terkait dengan banyaknya jalur tikus diperbatasan yang banyak digunakan untuk keluar masuk secara ilegal, Ronny mengaku sulit untuk diberantas. Pasalnya dengan begitu luasnya daerah yang ada, sangat berpotensi untuk dilakukan pelanggaran.

“Kalau ngomong jumlah ya tentu banyak, tapi kan kalau jalur tikus kita juga sulit melakukan pengawasan. Yang bisa kita lakukan hanya memperketat pintu masuk resmi, misal di bandara, pelabuhan dan lintas batas darat yang selama ini sudah ada penjagaan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge