0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dikenal Sangat Dermawan, Ternyata Orang Ini Bandar Narkoba

Barang bukti narkoba (merdeka.com)

Timlo.net – Penangkapan bandar narkoba kelas kakap dari Riau, Edi Jek alias ER, menyisakan cerita menarik. Di tempat tinggalnya, Edi dikenal sebagai orang kaya raya yang dermawan.

Tidak ada satu pun warga yang menyangka jika kekayaan Edi diperoleh dari bisnis narkoba. Bahkan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain sampai menjulukinya godfather.

“Dia jadi godfather di kampungnya, baik sama masyarakat dan dermawan. Masyarakat tidak tahu pekerjaannya jualan narkoba. Tahunya dia orang kaya, bahkan punya Jetski,” kata Zulkarnain di Mapolda Riau, Kamis (27/4).

Bukan perkara mudah menangkan Edi Jek. Dia termasuk target yang licin. Operasi intelijen hingga melibatkan Mabes Polri dilakukan untuk membekuk pria asal Desa Jangkang, Kecamatan Bantan tersebut.

Edi Jek ditangkap saat bersembunyi dalam tangki air di rumahnya. Penangkapan pria yang juga berprofesi sebagai nelayan ini setelah aparat membekuk dua kurirnya, ZF dan AL tanggal 7 April, dengan barang bukti 160 ribu butir ekstasi dan 40 kilogram sabu senilai Rp 80 miliar.

Dalam aksinya, Edi Jek menggunakan dua jetski untuk menjemput narkoba asal China tersebut ke perbatasan Malaysia. Selain itu, tersangka juga memakai dua kapal mesin untuk menjemput barang dari Malaysia.

“Istilahnya ini menggendong, dengan jetski datang menjemput barang dari kapalnya lalu dibawa ke rumah dan didistribusikan. Jaringannya ini ke Medan, Jambi, Palembang, Lampung,” ujar Zulkarnain.

Diduga kedua jetski dan kapal mesin tersebut dibeli dari hasil penjualan narkoba. Saat ini berada di Kepolisian Air Bengkalis. Selain itu juga ada disita dua mobil Edi Jek merek Honda dan Kijang Innova yang digunakan kedua kurir.

“Jadi dia menyembunyikan asal-usul harta kekayaan yang dimiliki. Untuk rumah belum, tapi kalau rumahnya tidak bisa membuktikan darimana kami akan sita juga,” ucap Kapolda.

Kemarin barang bukti sabu dan ekstasi dimusnahkan secara bersama-sama oleh polisi, Kejaksaan, Dinas Kesehatan, serta instansi Pemerintahan Provinsi lainnya di halaman Mapolda Riau.

Zulkarnain meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Uung Abdul Syakur agar Edi Jek dituntut hukuman mati.

“Saya berharap, agar bandar narkoba sabu dan ekstasi ini dihukum mati pelakunya,” ujar Zulkarnain.

Perminataan tersebut lantaran bahaya yang mengancam bangsa akibat bisnis sabu mereka.

Uung menyambut baik dan memberikan sinyal akan memenuhi permintaan Kapolda. Pihaknya akan mendukung upaya kepolisian dalam penegakan hukum dan pemberantasan peredaran narkoba di Riau.

“Nanti kita menunggu proses tahap II dari Polda ke Kejari Siak, nanti kita proses. Apa yang disampaikan Pak Kapolda kami respons dengan baik, karena bahaya narkoba memang luar biasa,” kata Uung.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge